IP

Bingkai situasi

Selasa, 7 November 2017

Bismillah..

 

“Maa…ayyubi iniiii..”

“Kenapa sayang?”

“Ayyubi ganggu aku belajar..pinsilku diambil”

photo_2017-11-07_22-33-10
The moment

Mari kita posisikan nalar dengan baik. Jangan biarkan emosi yang bermain. Disini saya mencoba untuk membaca situasi. Hisyam, 6 tahun, saat ini sedang menikmati tugas dari sekolahnya. Butuh konsentrasi dan fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ayyubi, 8 bulan, masih dalam tahap fase oral, belum paham apa-apa. Baginya pinsil itu menarik dan enak untuk digigit. Mari kita coba untuk membingkai agar komunikasi menjadi produktif.

 

Keep Information short and simple

“Abang sayang..kalau tidak salah abang punya banyak pinsil ditempat pinsil. Yuk kita ambil sama-sama pinsilnya”

Tentu saja ini tidak se-simple yang dibayangkan, bagi hisyam pinsil itulah yang paling disukai. Baiklah..masalah belum terselesaikan. Ingat nalar the first. Hehehe.

“Aku suka pinsil itu mama..”

Padahal bentuk, warna dan merk pinsilnya sama persis. Tidak ada bedanya. Okee..calling the nalar and keep it simple..

Kendalikan intonasi dan gunakan suara yang ramah

“Masyaa Allah..abang suka pinsil itu yah..coba kita tawarkan kepada ayyubi untuk barter dengan pinsil abang yang lain. Bagaimana?”

“Iya”

Setelah proses tukeran pinsil selesai, saya pun belajar untuk selalu fokus pada solusi bersama-sama. Ternyata lebih menyenangkan yah..

“Nah sekarang..abang boleh lanjut lagi mengerjakan tugas sekolah yaah..”

Lalu solusi untuk ayyubi adalah..sama-sama memberikan buku dan pinsil seperti abangnya.

photo_2017-11-07_22-34-43
“hehehe”

Alhamdulillah untuk hari ini.

 

Mama bangga sama hisyam dan ayyubi.

 

 

-Mamanya hisyam dan ayyubi-

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top