Celoteh Umak

Ini Dia 5 Hal yang Bikin Kangen Indonesia

Ini Dia 5 Hal yang Bikin Kangen Indonesia
Ini Dia 5 Hal yang Bikin Kangen Indonesia

Siapa sih yang tidak kangen dengan Indonesia? Beberapa hari menjelang bulan suci Ramadhan, pikiran dan semangat sudah menggebu-gebu serta melayang seakan sudah tiba di kampung halaman. Terbayang suasana rumah yang dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun dan sinar mentari pagi masuk di sela dedaunan pohon halaman depan. Ah, terasa hangat hati ini bila kangen rumah.

Hampir dua tahun lamanya kami sekeluarga hijrah ke negara Malaysia. Menemani suami bekerja sebagai konsultan IT, dibutuhkan adaptasi dengan suasana baru. Melewatinya tidak semudah yang dibayangkan. Perbedaan bahasa, sistem pendidikan Sekolah Dasar dan budaya telah melatih kami untuk selalu tegar dan tetap berjalan ke depan sesuai koridornya.

Hal-hal tentang Indonesia begitu menyegarkan ingatan kami di kala serangan kerinduan mengetuk pintu hati kami tanpa permisi. Untuk itu, sebagai keluarga yang merantau pasti punya daftar panjang kerinduan-kerinduan akan Indonesia.

Terus apa saja sih yang bikin kangen Indonesia? Yuk di simak.

1. Keluarga

My Big Family
My Big Family

Ramai yah? Kebayang dengan keramaian bila kami berkumpul saat ada acara keluarga. Tidak aneh kalau ritual cium pipi ketika berjumpa bisa sampai dua kali karena saking banyaknya anggota keluarga kami. Selain itu momen kebersamaan ini selalu diabadikan dengan foto bersama dan wajib share ke whatsapp grup. hahaha. Sudah tidak terhitung berapa cucu-cucu dari di dalam foto-foto itu belum termasuk sepupu dari keluarga saya dan suami.

Kalau membicarakan keluarga besar memang tidak akan pernah habis. Namun dibalik itu semua, ada mama dan bapak yang selalu setia menanyakan kabar anaknya di Malaysia. Hmm… nanya kabar cucunya sih bukan umaknya. Hiks. Video call dari bapak sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya. Setiap hari harus beri kabar. Entah pagi, siang, sore atau malam. Yang penting harus video call.

Lain dengan bapak dan ibu mertua, kami punya jadwal khusus untuk berkomunikasi dengan mereka di Indonesia. Setiap sabtu or minggu.
Topik yang selalu kami obrolkan selalu sama, tentang kabar, kesehatan, hafalan surah-surah Al Qur’an Hisyam dan sebagainya.

2. Sahabat

"A True Friend Leaves Paw Prints on Your Heart".
“A True Friend Leaves Paw Prints on Your Heart”.

Setelah keluarga, tentu saja sahabat yang wajib ditemui. Biasanya dalam whatsapp grup selalu ditanyakan kapan saya pulang dan berapa lama. Selain mencari waktu untuk meet up nanti, selalu ada request buka jasa titip. Hahaha. Yah, macam-macam rupa. Paling sering skin care, make up dan cemilan coklat.

Alasan saya meng-iyakan buka jasa titip itu karena ada alasan kuat untuk bertemu. Karena setelah kami mempunyai kesibukan masing-masing dan pertimbangan masih adanya si anak piyik yang perlu di awasi setiap saat, maklum maidless bu…, momen pertemuan itu menjadi terbagi.

Tempat kami bertemu pun bukan di mall atau tempat wisata melainkan rumah. Selain tidak ada batas waktu, anak-anak pun nyaman bisa saling berkenalan dan bermain bersama.

3. Makanan

Kalau soal makanan terbayang duduk di beranda rumah terdengar suara kendaraan yang berlalu-lalang diselingi suara abang tukang bakso, tukang siomay, asinan, satai, nasi goreng, mie ayam, batagor dan sebagainya. Eh ini mah niat banget sebutin satu-satu. Pokoknya tidak pernah habis ide ‘Hari ini makan apa?’ ‘Hari ini jajan apa (lagi)?’ #salim

Betul, cita rasa makanan di Indonesia memang tidak bisa tergantikan oleh negara manapun. Kaya akan jenis rempah-rempahnya, menu khas dari setiap budaya dan variasi cara masaknya telah mengayakan Indonesia di mata dunia.

Masakan Indonesia
Masakan Indonesia

Selain itu tidak pernah habis berbagai macam ide jajanan yang disajikan membuat file kenangan saya masih terbaca dengan jelas kala sekolah dasar dulu.

Walaupun di Malaysia juga ada kemiripan menu tapi cita rasa tidak bisa digantikan. Beda jauh. Kata suami saya, mungkin lidah kita ini sudah keseringan makan mecin di Indonesia. Hadeehh…

4. Angkutan Umum

Siapa yang merasa kangen naik angkutan umum di Indonesia? Hmm… mungkin ada yang menjawab ‘Iya’ dan ‘Tidak’. Seperti saya di awal kepindahan ke Malaysia, merasa agak kesulitan untuk berpergian. Dengan alasan itulah dalam beberapa situasi seperti saya ini yang belum memiliki kendaraan pribadi, selalu membayangkan angkutan umum di Indonesia.

Sengaja mengambil contoh di Jakarta, dalam satu ruas jalan saja begitu banyak dan bervariasi jenis angkutan umum yang tersedia. Keadaan ini ternyata menyumbang kemacetan pada Jakarta hampir setiap hari. Saya yang termasuk pencinta angkot saat bekerja di kantor dulu. Membawa mobil pribadi saat berpergian ke kantor menjadi black list dalam buku catatan saya.

Transportasi Umum di Jakarta, Indonesia
Transportasi Umum di Jakarta, Indonesia

Banyak yang harus dibenahi angkutan umum di Indonesia. Saya membaca berita bahwa awal bulan Maret 2019 nanti sudah beroperasi MRT area Jakarta. Syukurlah. Memang sudah saatnya Indonesia membenahi diri.

5. Tukang Sayur Keliling

Hahaha… pasti tampak aneh ya? Kok tukang sayur keliling aja dikangenin. Iyah banget bu… mencari kesediaan bahan makanan dengan harga murah, mudah dijangkau maksudnya pakai teriak manggilnya *oops… , kualitas tidak beda jauh dengan supermarket dan yang pasti super lengkap. Apa yang saya mau ada. Kalaupun tidak ada, bisa request, besok sudah ada, canggih kan? Ah rindunya saya.

Tukang Sayur Keliling

Selain itu tukang sayur keliling ini bisa menyimpan data-data menu favorit makanan keluarga di rumah. Kadang disimpannya jenis sayur dan lauk pauk demi menjaga tingkat kewarasan saya di saat anak bujang dan anak piyik tidak mau makan. Hahaha. Walaupun tidak banyak berbincang dan berkomunikasi dengan tukang sayur keliling langganan, saya cukup kagum dengan pengetahuannya akan cerita-cerita terkini yang belum tersiar dalam TV. Patut diacungkan jempol.

Tips ketika diserang rasa kangen

1.Menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat

Seperti memasak, membersihkan rumah, menggosok pakaian, membaca buku dan menulis menjadi cara ampuh melupakan rasa kangen lho… Biasanya kalau lagi pengen jenis makanan Indonesia, terpaksa mencari resep di Cookpad dan bereksperimen sendiri. Ada satu jenis masakan yang belum mau saya coba sampai saat ini. Sambal, bukan karena tidak suka pedas, tapi malas ngulek. Hahaha.

Menulis juga bisa membantu untuk mengobati rasa kangen sama Indonesia. Menuangkan rasa dengan tulisan menjadi self healing therapy terbaik. Tulisan-tulisan saya masih tersimpan rapih di dalam note Iphone dan belum sempat saya sematkan di blog kesayangan ini. Huhuhu.
Doakan yah…

2.Video Call

Thanks to the new technology!

Kalau tidak ada teknologi macam ini, entahlah sudah berapa tagihan telepon kami. Hampir setiap hari bapak saya video call sekedar menanyakan keadaan cucu-cucunya. Apakah sudah makan, habis atau tidak makanannya, Hisyam gimana sekolahnya dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan bapak dan ibu mertua di rumah. Jadwal kami berbincang adalah setiap weekend, antara sabtu atau minggu.
Walaupun kendala sinyal di Indonesia tidak selancar di Malaysia, keadaan itu tidak menyurutkan rasa rindu kami pada rumah.

3.Mengadu pada-Nya

Kalau semua cara tidak berhasil juga gimana? Mengadukan semunya pada-Nya, inilah cara yang paling dahsyat. Bukan yang terakhir tapi beriringan satu sama lain. Yang saya rasakan saat mengadukan semua kegundahan dalam tangis, seakan kesedihan telah terangkat dan hilang dengan sendirinya. Masyaa Allah…

“Sujud itu indah. Kau berbisik ke Bumi, tapi didengarkan di Langit.”

Itulah lima hal yang paling saya rindukan sampai detik saya menulis cerita ini. Semoga bisa terbayang dan merasakan berada di tempat kenangan yang sama. Aamiin.
Semoga bermanfaat. Terima kasih.

#umakhisyam
#umakberkisah

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top