Me and My kids Mother's life Uncategorized

6 Cara Membumikan Dunia Literasi di Rumah

Dunia Literasi

Bismillah

Siapa sih yang tidak mau melihat satu rumah diisi dengan kegiatan bersama keluarga dengan hal-hal yang menyenangkan dan bermanfaat. Seperti membaca dan menulis, berdiskusi bersama, memecahkan masalah di meja peradaban dan semua hal yang bersifat positif. Tidak melulu berkawan dengan gawai atau display. Memang tantangan berat ini harus dihadapi oleh kami para pejuang literasi demi penerus generasi bangsa. Seperti mempunyai perpustakaan kecil adalah salah satu impian saya membumikan dunia literasi di rumah.

Kenapa sih suatu hal yang simple ini begitu penting?

Sebelum saya jelaskan satu per satu, alangkah baiknya kita mengenal dunia literasi itu sendiri. Kita mulai dari definisinya terlebih dahulu yah…

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) apa arti Dunia dan Literasi itu?

/du·nia/ lingkungan atau lapangan kehidupan: ia sudah lama berkecimpung dalam — pendidikan;

sumber: https://kbbi.web.id/dunia

li.te.ra.si1 /litêrasi/
kemampuan menulis dan membaca
pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu: 
— komputer
kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup

sumber: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/literasi

Maka Dunia Literasi bisa dimaksudkan dengan suatu lingkungan yang diisi dengan kegiatan menulis, membaca, berdiskusi sehingga mendapatkan suatu pengetahuan baru atau mereformasikan informasi yang sudah ada. Namun yang seperti bagaimana kegiatan literasi ini menjadi suatu hal yang menyenangkan? Bagi kita dan terutama anak-anak.

Membumikan Dunia Literasi di rumah
Membumikan Dunia Literasi

Coba yuk membayangkan suatu peradaban bisa kita terapkan didalam rumah, rasanya pasti indah. Membangun visi dan misi dengan melibatkan pasangan dan anak-anak serta menerapkan value-value sesuai syariat Islam, in syaa Allah sudah bisa menggiring ke tujuan akhir impian semua insan manusia. Salah satunya menuju peradaban literasi di rumah.

Seperti yang kita ketahui buku adalah jendela dunia. Segala macam ilmu bisa kita dapatkan dari buku. Bahkan dari hanya sebuah buku saja. Pemerintah pun turut mendukung dengan adanya pejuang literasi ini dengan menerapkan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Dengan tujuan virus-virus gemar membaca bisa menyebar cepat terutama kepada anak-anak muda.

Baca juga: Gerakan Literasi Nasional

Pada blog teman saya dari Pejuang Literasi, ndan amboasse “Merajut Mimpi di Dunia Literasi” telah mengutip bahwa bangsa kita ini perlu kerja keras, karena saat ini bangsa kita masih tergolong rendah budaya literasinya. Sebagaimana dilangsir media Republika.co.id, menyatakan Indonesia krisis membaca. Sebab, dari 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang rutin membaca buku. Menurutnya, tak heran berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada di peringkat 64 dari 72 negara yang rutin membaca. Bahkan, menurut The World Most Literate Nation Study, pada media tersebut, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara.

Waduh kalau dilihat dari hasil angkanya mungkin kita sudah ditingkat fase kritik lho teman-teman. Apakah kita mau berdiam diri saja? Dengan tidak mengindahkan angka tersebut. Jangan dong yah…

Lalu dengan cara apa dengan membumikan literasi di rumah?

6 Cara Membumikan Dunia Literasi di Rumah. 

Yuk dicoba!
6 Cara Membumikan Dunia Literasi di Rumah

Mari kita bahas pelan-pelan…

1.Memberikan Teladan

Siapa sih yang memberikan teladan? Tentunya orang tuanya dong yah. Kalau ingin anak-anak dirumah gemar membaca, kita yang harus lebih dulu menyukai baca. Children see, children do atau anak mungkin salah mendengar tapi tidak pernah salah meniru. Itulah kutipan yang seringkali saya dengar kala mengikuti seminar Enlightening Parenting. Jadi selama dirumah, walaupun sampai saat ini belum ada jadwal pasti, in syaa Allah anak-anak dirumah selalu saya ajak untuk membaca bersama-sama.

2.Menentukan kandang waktu gawai

Yak ini mah tantangan setiap orang tua milenial. Gawai dan layar.
Eh…elu aja kali nda!
Baiklah, ayo fokus… nah untuk kandang waktu ini alangkah baiknya ditentukan bersama pasangan dan anak-anak yang sudah paham dengan peraturan. Biasanya diatas 5 tahun yang sudah bisa diajak berdiskusi. Dengan segala penjabaran detail kenapa tidak boleh sering-sering menggunakan gawai dan paparan layar.
Setelah kandang waktu tercapai kesepakatan bersama, boleh banget lho langsung dicetak dan ditempel pada media yang bisa dilihat oleh seisi dirumah agar menjadi pengingat jika ada yang melanggar. Seru yes!

3.Ciptakan waktu dan tempat yang nyaman.

Bisa dibayangkan yah kalau kita membaca dalam keadaan kurang cahaya, waktu yang tidak pas misal pada jam lapar atau kantuk. Bisa jadi kita tidak bisa menikmati isi buku yang dibaca.
Biasanya saya dan anak-anak 30 menit menjelang jam tidur, sudah mempunyai posisi masing-masing ditempat tidur untuk membersamai kegiatan membaca kami ini. Awalnya memang perlu waktu, perlu membiasakan. Namun lama-kelamaan sudah menjadi hal yang menyenangkan untuk kami.

4.Memberikan kesempatan untuk memilih buku yang ingin dibaca.

Ini juga seru. Pernah suatu malam, saya dan anak bujang saya mempunyai argumen masing-masing dalam menentukan judul buku yang dibaca. Argumennya kuat, pun saya kuat pula. Akhirnya suami saya menengahinya dengan cerita saat kecil dulu. Dan kami pun tertawa bersama-sama. Lalu buku yang dibaca? Tentu saja ada, buku pilihan saya dong. hehehe.

5.Menceritakan kembali pesan moral pada buku.

Saat membaca, biasanya tentang sirah nabawiyah, selalu saya tekankan bila ada momen atau kata-kata penting yang bisa bermanfaat untuk anak-anak di rumah.

6.Menghubungkan kisah dengan kesehariannya.

Dengan mengingatkan kembali bagaimana anak-anak harus bertindak atau bersikap berdasarkan kisah atau tokoh dari buku yang sudah dibaca sebelumnya.
Cara ini termasuk ampuh ketika beberapa saat menjelang tidur. Seperti mengibaskan kasur, berwudhu dan membacakan Surah Ayat Kursi, Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq serta Surah An Nas.

Semoga bermanfaat. Yuk semangat menjadi pejuang literasi.

#umakhisyam
#umakberkisah

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top