IP

Aku keren yah ma..

Bismillah..

Yak..liburan kali ini benar-benar seperti liburan sehabis Ujian Akhir Semester (UAS), padahal UAS baru saja akan dimulai besok hari senin, 4 Desember 2017. Hiks..Entah apa yang merasuki anak bujang saya, giat sekali ingin jalan-jalan.

Tentu saja sebelum berangkat ke mall, saya melakukan teknik briefing. Dimulai dari berangkat sampai pulang. Walau teknik ini masih tergolong baru untuk saya dan hisyam, Masyaa Allah efeknya sungguh luar biasa. Selama di mall hisyam tidak pernah lari-lari bahkan merajuk dibelikan mainan yang harganya melebihi ketentuan yang sudah kami sepakati di awal briefing.

Sebelum berangkat tentu saja selalu terjadi kegaduhan kecil yang sebenarnya bisa dilewati dengan mudah. Hisyam memang sudah bisa memilih dan memakai bajunya sendiri. Walaupun pikiran saya kadang suka masih gemas dengan pilihannya. Baiklah demi kepentingan saat dewasa nanti saya membatin. Termasuk dalam hal memilih sepatu.

Seperti hari jumat kemarin, saya biarkan hisyam memilih sepatu sesuai dengan dirinya. Persis apa yang dikatakan oleh mba Vidya Dwina Paramita, jika anak memilih suatu material, sejatinya itulah yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Kepekaan terhadap kelima panca inderanya.

Beberapa menit hisyam masih berdiam diri memilih sepatu mana yang akan ia gunakan. Sabar pikir saya. Tunggu lima menit lagi. Tak lepas dari pandangan saya, akhirnya hisyam memilihi sepatunya. Lagi-lagi yang bertali. Pun saya tersenyum. Akan seperti apa selama di mall kita nanti.

Walaupun secara teknis sudah benar dalam mengikat tali sepatunya, namun kualitas yang diciptakan masih belum sepenuhnya sempurna. Kadang sering kali terlepas. Kali ini saya akan men-utilized diri saya dulu yaitu jangan terburu-buru dalam mengoreksi hisyam ketika dia melakukan kesalahan.

Namun saya akan masuk ke teritorinya, ketika hisyam meminta pendapat saya. Bukan mengoreksinya.

“Ma..coba lihat! Sudah bener kan aku ikat sepatunya?”

“Boleh mama lihat?” Sambil menilai apakah sudah betul dari segi teknis dan kekuatan ikatannya.

“Anak mama sudah bagus mengikat tali sepatunya yah..coba abang hisyam ingat kembali bagaimana tali sepatunya agar kuat dan tidak mudah lepas?”

“Diikat yang kenceng ma? Eh iyah ini belum kenceng yah?” Celotehnya.

Perlahan-lahan dengan ijin Allah pasti bisa dan lancar yah bang. Yang penting sabar untuk mama dan abang hisyam. Aamiin.

Mama sayang abang hisyam dan ayyubi.

-Mama hisyam ayyubi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top