Uncategorized

Angan-angan

Oleh Ananda Putri Maharani

“Mamaa …, mau ke pantai!” rajuk Angah menagih janji Mama-Papanya. 

Along memperhatikan Mama sibuk bebenah bajunya dan Amok, sedangkan Papa menenangkan Amok yang sedari tadi rewel karena suhu tubuh yang belum juga memberikan tanda membaik.

Beberapa hari sebelumnya, Along, Angah, Mama dan Papa berencana liburan ke pantai. Angah, yang paling semangat, sudah menyiapkan alat bermain pasir. Namun, situasi berkata lain. Amok tiba-tiba demam.

“Sstt, Angah, jangan berisik. Mana mungkin kita ke pantai. Amok, kan, masih demam. Itu hanya angan-anganmu saja,” bisik Along menenangkan Angah untuk memahaminya. 

Nyatanya tidak. 

Angah menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menagih penjelasan lebih detail.

“Angan-angan? Apa itu, Bang?” Angah memiringkan kepalanya seperti mencari jawaban di atas kepalanya.

“Ah, kamu masa tidak tahu. Angan-angan itu bohong,” goda Along.

Tiba-tiba, sebelum Along menjelaskan lebih lanjut, Angah sudah berlari keluar kamar menuju ruang keluarga. Kemudian, Angah melihat Mama sedang memastikan kembali koper yang akan di bawa.

“Mama, kita jadi ke pantai, kan?” tanya Along merasa khawatir itu semua hanya bohong.

“Angah, kita batal ke pantai,” jawab Mama seraya bersiap diri.

“Mama bohong, katanya mau ke pantai besok,” gerutu Angah mengerucutkan mulut mungilnya.

“Subhanallah, insyaallah kita berangkat ke pantai kalau Amok sudah sehat, ya,” ujar Mama.

“Tapi, Mama mau ke mana? Kok bawa koper?” selidik Angah yang masih berharap pergi ke pantai.

“Malam ini, Mama dan Amok mau ke rumah sakit. Amok harus dirawat.”

“Angah, ikut, ya, Ma?”

“Tidak boleh, Nak. Anak usia di bawah sembilan tahun, dilarang masuk,” jelas Mama sekali lagi.

“Kok, enggak boleh?” rajuk Angah semakin tak paham dengan situasi yang terjadi. 

Bagi Angah, berusia hampir 4 tahun itu, belum bisa menghubungkan tali sebab akibat kejadian.

“Ayo, berangkat,” perintah Papa yang sudah menunggu Mama dan Amok dua puluh menit yang lalu.

“Ikut, Mamaaa …,” teriak Angah.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top