Uncategorized

Bahasa Alquran

Ananda Putri Maharani

“Aduh, susah banget, sih!” lirih Along menatap nanar buku teks Bahasa Arab. Ia membolak-balikkan lembar demi lembar mencari jawaban yang dicarinya. Namun, nasib belum berpihak padanya.

“Minggu depan buatlah lima kalimat perkenalan. Nanti akan Ustaz nilai,” ucap Ustaz Taufik menutup kelas.

“Aduh, ada tugas lagi,” gerutu Along. 

“Kamu kenapa, Long?” tanya Ahmad yang tiba-tiba sudah berdiri disamping meja Along.

“Eh, tidak, kok, hanya saja aku belum paham Bahasa Arab sampai sekarang. Susah banget,” jawab Along memasukan buku-bukunya ke dalam tasnya tanda pelajaran sudah usai.

“Oh, tenang saja, Bahasa Arab itu tidak sesulit yang kita bayangkan, kok! Kamu berlatih saja percakapan Bahasa Arab setiap hari, insyaallah akan lancar,” jelas Ahmad dibalas dengan hembusan panjang Along.

Along tersenyum kecut membayangkannya. Bagi Ahmad memang mudah, karena ibunya lulusan fakultas Bahasa Arab di Universitas Indonesia. Sedangkan Along, seluruh anggota keluarganya tidak ada yang paham.

Tidak sampai satu jam, Along sudah sampai rumah. Ia meletakkan sepatu hitam polos dengan aksen dua garis pada kanan-kirinya. Butiran keringat yang mengalir di dahinya membuat Along ingin segera mandi.

“Assalammualaikum,” teriak Along membuka pintu ruang tamu disambut aroma khas sedap makanan kesukaannya. Rendang.

“Wa’alaikumussalam,” jawab Mama dari balik tembok yang bersisian dengan ruang tamu.

“Mama ngapain?” Along melihat Mama dikelilingi dua buku tebal merah dan lembaran-lembaran yang bertuliskan Bahasa Arab.

“Sedang mengerjakan tugas, Nak, besok pagi harus dikumpulkan,” jawab Mama tanpa melepas pandangannya dari buku merah itu.

Diraihnya buku merah itu, Along membaca ‘Bahasa Arab Untuk Pemula’ dengan mengernyitkan alis tebalnya.

“Mama belajar Bahasa Arab?” Along keheranan.

Akhirnya Mama memandang dan tersenyum pada Along anak sulungnya yang sebentar lagi mengulang hari lahirnya.

“Iya, Nak. Mama belajar Bahasa Arab.”

“Ih, Mama, Bahasa Arab, kan, susah,” celetuk Along yang masih teringat akan ada tugas yang harus diselesaikan.

“Betul! Untuk itulah Mama belajar,” Mama menjawab enteng.

“Kenapa?”

“Mau tahu alasannya?” 

“Mau!” sergah Along semangat.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top