Uncategorized

Bahasa Arab part 2

Ananda Putri Maharani

“Nak, Allah Swt. menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Alquran, karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada,” jelas Mama.

“Tapi, kok, susah banget. Along gak paham-paham,” gerutu Along tugas Arab tak kunjung selesai itu.

“Masyaallah Tabarakallah. Justru Allah telah berfirman untuk kita ‘Sesungguhnya Kami telah jadikan Alquran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya’ pada Surat Yusuf ayat 2,”   tutur Mama secara tenang begitu menikmati mempelajari bahasa Arab.

Along terdiam sejenak, meresapi setiap kata Mama. Ia mendambakan lancar berbahasa Arab, tapi setelah Mama memberikan janji Allah Swt. hatinya sedikit kembali tenang. Mungkin ia harus lebih berusaha kembali mempelajari bahasa Arab.

“Iya, ya, Ma. Along jadi teringat, kata Ustaz, dengan menggunakan bahasa Arab, hati dan pikiran kita jadi lebih tenang,” ujar Along.

Mendengarnya Mama tersenyum lega.

“Betul sekali, Nak. Ketika kamu sudah mempelajarinya, akan terasa nikmat dan tidak pernah bosan mempelajarinya,” sambung Mama.

Tiba-tiba, Along teringat Mama masih terjaga sampai waktu Subuh. 

“Apakah nikmatnya seperti yang Along lihat beberapa hari kemarin?”

“Iya, Nak. Alhamdulillah atas izinnya Mama bisa menikmatinya,” balas Mama.

Belum masuk Magrib tiba, Along kembali membuka buku teks bahasa Arab. 

‘Yaa Allah, mudahkanlah dalam mempelajari bahasa-Mu. Aku serahkan semuanya hari ini,’ dirinya membatin penuh suka cita.

“Sambil menunggu waktu azan Magrib, Along mau mengerjakannya bersama Mama?” tanya Mama.

“Mau, Ma!” sergah Along semangat. 

Along merasa senang karena ada Mama yang sama-sama berjuang. Rasanya pun sungguh berbeda jika belajar sendirian. 

“Alhamdulillah. Betul, mempelajarinya kita harus semangat. Rasulullah berpesan bahwa ‘Bahasa Arab adalah bahasa yang mulia. Selain itu, tidak ada jalan lain mempelajari ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab,” jelas Mama mengambil dua gelas dari atas lemari.

“Iya, Mama,” senyum Along.

“Sekarang Mama buatkan susu coklat buat Along, ya, nanti jika ada pertanyaan, bisa kita diskusikan bersama,” sambung Mama.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top