Uncategorized

Berdakwah Dengan Elegan

Ananda Putri Maharani

Sore tadi, Rumah Belajar Desain Ibu Profesional Asia (RB Desain IP Asia) menyelesaikan acara besarnya. Dikatakan besar, karena mengundang narasumber yang super keren dan sarat ilmu. Narasumber yang dimaksud kreator karakter Nussa dan Rara. Pasti sudah tidak asing di telinga teman-teman semua, kan?

Selain besar, acara ini sangat sukses. Begitu banyak antusias teman-teman IP Asia dan khalayak umum yang menyimak sampai sesi berakhir. Tentu, semua ini tidak luput dari kuasa Allah Swt., rida suami dan tim produktif yang isinya emak-emaknya. Bisa dibayangkan kesibukan emak-emak bisa menhasilkan suatu acara yang seru ini. 

Semenjak tim ini terbentuk, begitu banyak semangat positif yang ditularkan. Pun, kepercayaan dan rasa solidaritas emak-emak di dalamnya menjadi acara ini siap dikenang sepanjang hayat dan layak diceritakan untuk anak-anak kelak.

Lalu, tibalah acara yang dinantikan.

Ketika pagi menyapa, rasa khawatir bercampur menyatu dengan kobaran api semangat. Saling mendukung dan percaya pada tim dari berbagai negara dengan zona kandang waktu yang berbeda-beda. Seperti menyiapkan kondisi rumah yang tenang dengan memastikan anak-anak letih bermain dan perut penuh dengan makanan. Atau, menyiapkan segudang kesibukan permainan agar tim operator bisa memandu acara yang luar bisa keren ini. Masyaallah Tabarakallah.

Namun, saat acara berlangsung, hati kami tergugah dan terdiam meresapi setiap pengalaman yang diucapkan Mas Adit. Bagaimana, tidak? Ketika Mas Adit ditanyakan terkait latar belakang konsep dan ide cerita, serial Nussa, Mas Adit mengungkapkan bahwa “The real hero is the mother”. 

Berangkat dari ucapan Mas Adit, secara pribadi saya bangga telah memilih menjadi seorang ibu bagi anak-anak saya di rumah. Dengan segala rintangan, cobaan, emosi, dan manajemen waktu, tapi sungguh ketika anak ditanya “who is your favorite person?” Insyaallah mereka akan menjawab “Umak.”

Masyaallah Tabarakallah.

Seperti itulah yang saya rasakan ketika menyimak. 

Dan, hal lain yang saya ingat adalah jadikan semua karya kita itu untuk jalan dakwah. Karena kita siapa tahu karya kita nanti akan menjadi pemberat ladang amal kita nanti. 

Ammiiiin.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

One thought on “Berdakwah Dengan Elegan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top