Uncategorized

Berserah Diri pada Ketetapan-Nya

Bismillah

“…Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. ..” 

(QS. At-Talaq[65]: 3)

Seringkali apa yang terjadi pada diri kita tidak sesuai apa yang kita inginkan. Sudah membuat rencana matang tapi tidak sama dengan hasilnya. Kecewa, sedih dan frustasi kerap menyergap rasa semangat ingin bangkit kembali lagi. Enggan memulai lagi, hanya memikirkan ‘kenapa ini bisa terjadi pada saya?’, ‘Apa salah saya?’ dan masih banyak lagi pemikiran-pemikiran aneh yang timbul.

Pernahkah kawan ini terjadi pada kita? Tentu saja pernah yah. Berada di titik terendah seakan-akan ini semua sudah berakhir.

Tapi kita bukan seperti itu kan? Sedih, kecewa boleh kok, tapi justru disinilah Allah Ta’alla memberikan kita kesempatan untuk menambah tabungan pahala-pahala yang mungkin saja tabungan pahala kita sudah menipis akibat kelalaian yang sudah kita lakukan sebelumnya. Astaghfirullah

Lalu kita harus bagaimana?

Dengan tidak pernah menyerah atas Rahmat-Nya, hal pertama yang harus kita lakukan adalah:

(1) Tawakal.

Menyerahkan dan memasrahkan diri kepada-Nya atas hasil yang sudah kita ikhtiarkan. Dan yakin bahwa semuanya terjadi atas ijin dan pertolongan-Nya. Namun kita ini sering lupa untuk selalu melibatkan Allah dalam segala urusan. Benih-benih kesombongan yang kita tanam membuat jauh dari-Nya. Mungkin inilah cara Allah untuk mengingatkan kita.

Dengan melihat tauladan kita yaitu baginda Rasulullah ﷺ , bila hal ini terjadi padanya bahwa Tidak ada sesuatu yang mudah kecuali yang dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak ada sesuatu yang terlaksana kecuali dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak ada sesuatu yang dapat dicapai kecuali dengan bantuan Allah subhanahu wa ta’ala.

(2) Muhasabah diri.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Hasyr: 18)

Ternyata bermuhasabah diri itu perintah dari Allah Ta’alla lho.. dan ini merupakan ciri orang yang betaqwa. Masyaa Allah Tabarakallah. Hayoo cung tangan siapa yang mau jadi orang yang bertaqwa?? Eh pasti semua mau yah.. sebenarnya ini adalah salah satu cara tercanggih agar kita senantiasa terus berintrospeksi diri dengan tidak mencari-cari objek kesalahan dan siapa yang harus menjadi kambing hitam.

Jadi apakah kita sudah siap dengan segala macam kemungkinan yang terjadi? Insyaa Allah ya..

Alhamdulillah

#umakhisyam
#umakberkisah

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top