Uncategorized

Bertiga (2)

Ananda Putri Maharani

“Ada apa , Maya?” tanya Bu Risma memastikan semua baik-baik saja.

“Ah, tidak apa-apa, Ibu,” tukas Maya.

Ayu dan Sari makin penasaran pada Maya. “Kamu kenapa, sih, May?” desak Ayu bernada tegas, menandakan Maya harus menjawab dengan jujur.

“Aku gak mau foto bertiga, nanti yang ditengah bisaa …,” ragu Maya melanjutkan kalimatnya.

“Ih, Maya, kamu itu kebanyakan nonton sinetron!” Sari memperbaiki posisi duduknya dan menatap langsung bingkai hitam kacamata milik sahabatnya itu, “kamu kata siapa, sih?” sosor Sari mulai gemas dengan tingkah laku Maya. 

Maya hanya terdiam. Ia tidak tahu. Mungkin benar yang dikatakan Sari, cerita yang ia dapatkan akibat kebanyakan menonton film.

Tidak sampai empat jam, semua guru dan murid tiba dengan selamat. Mereka turun dari bus secara teratur dan melepaskan penat dengan meregangkan kedua tangan-kaki. 

“Masyaallah Tabarakallah, indah sekali, Ya Allah …,” seru Maya, Ayu dan Sari berbarengan. Mereka saling memandang dan tersenyum. 
”Lihat, teman-teman! Indahnya bukit itu.” Maya menunjuk salah satu bukit gunung yang mulai dipenuhi dengan pepohonan. Mereka pun mengagumi keindahan ciptaan-Nya.

“Yuk, foto!” ajak Maya pada Ayu. 

“Lho, aku kok tidak diajak?” tanya Sari. 

“Iya, kita bergantian saja.” Maya kembali melebarkan senyum manisnya kepada temannya.

Sari hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Yuk, kita turun ke bawah. Di sana pasti lebih bagus pemandangannya,” buru Sari mempercepat kedua langkah kakinya.

Setelah para guru dan murid menyelesaikan rangkaian kegiatan wisata, mereka kembali kepada titik temu yang sudah ditentukan. Sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya, para murid diberikan waktu istirahat makan siang dan salat Zuhur. 

Maya memperhatikan teman-temannya asyik membicarakan gambar pemandangan dan swafoto mereka. “Bagus, ya, foto-foto kalian. Kok, aku sedikit, sih?” sedih Maya mulai menyadari akibatnya.

“Kamu, sih, setiap diajak foto, tidak mau,” kilah Sari.

“Enggak, ah, aku takut!” balas Maya.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top