IP Kelas Bunda Sayang

Day 2 – Tawar-menawar

Bismillah

Setelah kami bebenah dan penuh kelelahan, hisyam mencoba membongkar kembali semua uang ringgit yang sudah ia kumpulkan. Dengan pelan-pelan ia berhitung, tiba-tiba ia menghentikan kegiatannya sambil mengeluarkan selembar uang Lima Puluh Ringgit.

“Mama, aku punya uang 50 ringgit..” teriaknya

“Alhamdulillah. Kira-kira untuk apa uangnya bang?” tanyaku menggendong ayyubi yang sedang kumat rewelnya.

“Beli mainan dong. Lego.”

“Bagus itu. Kira-kira harga Lego berapa bang?”

“Dua puluh ringgit lah” yakinnya.

Hmm..tampaknya hisyam masih paham betul berapa harga Lego sesungguhnya. Tapi bisa jadi Lego yang ia maksud adalah mainan macam Lego.

“Setahu mama saat kita pergi ke IOI city mall itu, harga Lego nya paling murah 100 ringgit bang. Bagaimana dong? Kira-kira cukup gak?”

Hisyam tampak kebingungan. Sepertinya ia sedang tawar-menawar dengan dirinya sendiri. Setelah memastikan kembali apakah hisyam masih ingin Lego, atau mainan lain yang sesuai dengan budgetnya. Jawabannya masih sama. Lego.

Kalau begitu hisyam harus mulai menabung dan tidak beli mainan sama sekali. Dengan menawarkan bantuan agar ringgitnya terkumpul, saya tawarkan hisyam untuk bermain dengan ayyubi setiap sore hari jika saya sedang masak. Jumlah yang ditawarkan dari RM2 sampai mencapai kesepakatan 5RM perminggunya. Deal.

Semangat yah nak.

 

-Umaknya Hisyam Ayyubi-

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top