IP Kelas Bunda Sayang

Day 7

Rabu, 23 Mei 2018

Bismillah

Belajar berani. Itulah hisyam, senang menunjukkan bahwa ia pemberani. Yang menurut saya (mungkin) belum saatnya. Salah. Justru saat-saat inilah, saya bisa melihat binaran sorot matanya, bahwa ia enjoy mengerjakan.

Emosi saya yang belum terselesaikan ini, bisa melumpuhkan perkembangan anak-anak dirumah. Tiada maksud untuk menghambat, kekhawatiran yang saya rasakan ini memang seringkali membajak pikiran dan hati saya sebagai seorang ibu. Wajar? Bisa juga. Tapi jika melebih batas, yah tidak boleh juga kan?

Sore menjelang maghrib waktu berbuka, hisyam senang sekali membantu saya membuat menu lauk dan sayur. Tentu saja saya tidak ingin melewatkan momen seperti ini. Dengan menyelesaikan emosi saya terlebih dahulu, saya percayakan hisyam mengambil alih spatula kayu untuk menumis bawang goreng. Dengan segala peringatan dan batasan-batasan yang perlu dijaga, seperti tidak boleh menyentuh bagian dari penggorengan karena panas dan bisa melukai kulit kita.

“Oke mak. Aku bisa” yakinnya. Dan memang benar apa yang dikatakannya.

“Aku bisa jadi chef kan mak?”

“In syaa Allah.”

Begitulah kegiatan kami hari ini.

-Umaknya Hisyam Ayyubi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top