IP

Eyang sayang

Rabu, 8 November 2017

Bismillah..

Hari ini saya ingin menceritakan tentang eyangnya anak-anak. Eyang putri (yangti) a.k.a ibu kandung saya. Beliau berusia 65 tahun, seorang pensiunan yang masih aktif mondar-mondir praktek di salah satu RS swasta daerah Bekasi sebagai konsultan infeksi tropis anak. Bukan jati dirinya yang ingin saya ungkapkan..namun teringat tugas NHW saat matrikulasi lalu, bahwa saya ingin menghidupkan Sunnah rasul dilingkungan sekitar. Yaah bisa dikatakan mulai dari didalam rumah terlebih dahulu.

Awal sebelum paham adanya komunikasi produktif, saya selalu beradu argumen dengan ibu saya. Dimulai hal kecil yang menjadi besar. Melelahkan yah jika kita hanya bisa beremosi saja. Menurut kaidah komunikasi produktif, saya coba secara jelas dan perlahan-lahan. Tidak ada paksaan.

 

2C Clear and Clarify

Tanpa disadari oleh dirinya, ibu saya ini hobi minum dan mencicip makanan sambal berdiri.

“Mah..makan dan minum tidak boleh berdiri. Harus duduk.”

“Ih mba..mama kan gak ada waktu untuk makan, udah dijemput oleh grab berangkat ke RS”

Baiklah disini mungkin saya melakukan kesalahan karena tidak tepat pada waktunya. Dilain waktu saya akan coba saat makan malam bersama nanti.

 

Choose the right time

Lagi-lagi saya melihat ibu saya, minum sambil berdiri saat mengambil air dari dispenser. Waktu yang tepat untuk mengimplementasikan. Lalu dengan sedikit guyonan, saya pegang lembut bahu ibu saya sambil saya arahkan ke bangku. Hal ini adalah kaidah 7-38-55 yang saya terapkan.

“Eyang putri yang cantik dan baik hatiiiiii…coba yuk duduk dulu sebelum minum”

“Iya..iya..” senyum manisnya.

 

I’m responsible for my communication result.

Tentu saja ibu saya seorang kritisi yang unggul. Beliau datangkan pertanyaan hadist shahihnya. Tentu saja saya sedia payung sebelum hujan. hehehe

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.”

(HR. Ahmad no 8135)

Sumber: https://muslim.or.id/49-adab-adab-makan-seorang-muslim-6.html

Tidak ada amarah dan emosi. Alhamdulillah. Walaupun saya bukan ahli hadist, minimal cita-cita saya, rumah yang kami sekeluarga tinggal bersama dapat hidup dalam naungan Al-Qur’an dan sunnah rasul. Allohumma Aamiin.

 

-Mamanya hisyam ayyubi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top