Uncategorized

Garis-garis Halus Mama

Ananda Putri Maharani

Berselang sepuluh menit yang lalu, Along telah menyelesaikan sekolah onlinenya. Ibu Guru Aisha memberikan tugas rumah sebagai penutup kelas menjelang akhir minggu.

“Yeay, besok libur!” teriak Along mengangkatkan kedua tangannya tinggi-tinggi. 

“Angah juga!” sahut Angah mengikuti gaya Abangnya.

Keduanya tertawa bersamaan.

“Angah, besok Abang mau main gim sama teman Abang, kamu jagain Amok, ya?” ujar Along mengingatkan adiknya yang masih berusia 4 tahun itu.

Akhir-akhir ini Mama cukup sering menitipkan Amok saat Along sekolah online maupun main gim di akhir pekan. Kadang Along merasa terganggu, terutama saat jam sekolah. 

Lebih-lebih Amok sudah banyak keinginannya. Jika tidak dituruti, Along tidak bisa berbuat apa-apa.

“Enggak mau. Abang saja,” tolak Angah menjauhi dirinya dan mengambil pensil untuk menggambar.

Along menghembuskan napasnya pelan-pelan. Ia mengerti penolakan Angah yang masih ingin main-main saja. Rasanya tidak mungkin juga anak berusia empat tahun menjaga bayi belum sampai satu tahun itu.

Kemudian, Along memasuki kamar tidur Mama yang dibiarkan terbuka. Mama dan Amok tertidur pulas. Ia memandangi wajah Mamanya yang semakin jelas bertambah garis-garis baru di sekitar dahi dan matanya. 

Selama ini, Along tidak pernah melihat Mama berada di depan cermin lemari lagi. Perawatan muka yang sering Mama gunakan, masih berada ditempatnya rapih tidak tersentuh. Apakah Mama tidak sempat lagi? Along membatin. Bahkan sekedar untuk membersihkan wajah, tidak ada waktu, kah?

Padahal Mama sangat rajin merawat dirinya. Apalagi menggunakan masker wajah, selalu dua hari sekali tidak pernah terlewat. 

Sejurus kemudian, Along keluar dan segera membuatkan teh manis hangat dicampur madu kesukaan Mama. Ia tahu, Mama pasti capai menyiapkan keperluan kami semua. Dari waktu gelap hingga gelap menyapa kembali. 

“Aku berjanji akan membantu Mama,” ujar Along seraya menuliskannya di atas kertas. Lalu ia tempelkan kertas itu di pintu kulkas dengan magnet berkarakter Iron Man. 

“Terima kasih, Mama. Along sayang Mama,” ucap Along dengan diakhiri tanda tangannya. 

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top