Uncategorized

Impian Kecil

Ananda Putri Maharani

“Cita-cita Mama waktu masih kecil apa, sih?” tanya Along seraya meletakkan piring yang telah dibasuh ke dalam rak.

“Seingat Mama, dulu Mama mau menjadi guru,” Mama memutar manik mata hitamnya menangkap ingatan-ingatan semasa kecilnya.

“Eh, bukan dokter?” Along terheran dengan jawaban Mama.

“Cita-cita menjadi Dokter saat Mama usia lima belas tahun,” ujar Mama membereskan tumpukan gelas.

“Kok, berubah? Berarti Along bisa berubah juga, dong?” 

“Bisa saja,” jelas Mama menarik sudut mulutnya, “kenapa memangnya?”

“Along bingung, Ma. Kan, Along sudah sepuluh tahun, nih. Along sebentar lagi dewasa. Tapi Along masih bingung,” resah Along tak menentu.

Mama menghentikan kegiatan mencuci piringnya lalu menatap lekat wajah gembil Along.

“Sejak kapan Along merasa bingung?” tanya Mama.

“Pas kemarin Along ulang tahun, Ma. Along jadi kepikiran terus,” seloroh Along menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

“Berarti sebelumnya tidak bingung?” tanya Mama seperti sedang mengarahkan sesuatu.

Along mengernyitkan kedua alis tebalnya itu. Ia mengingat kembali impian yang selama ini diidam-idamkannya.

“Along mau menjadi Imam Masjidi Haram, Ma,” teriak Along mengagetkan Amok di ujung ruang yang sedang asyik bermain bersama Angah. 

“Nah, sekarang lebih lama yang mana? Saat tidak bingung atau bingungnya?” sambung Mama dibalas senyuman sumringah dari Along.

“Lebih lama yang tidak bingungnya, Ma,” ujar Along.

“Berarti Along masih bingung atau tidak?” tanya Mama untuk kesekian kalinya. Mama memang sengaja mengajarkan Along untuk selalu menggunakan data. Dengan data yang selalu dicatat, akan memudahkan Along untuk mengevaluasi.

“Ah, Along gak bingung lagi. Along tetap mau menjadi imam Masjidil Haram.” Along mengepalkan kedua tangannya dan berjanji pada diri sendiri.

“Alhamdulillah, kalau Along sudah tidak bingung lagi. Tapi …, apakah Along bisa berubah cita-citanya?” selidik Mama tersenyum.

“Bisa, ya, Ma?” ragu Along. 

“Itu tergantung Along sekarang,” jawab Mama makin membingungkan Along.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top