Uncategorized

Jagalah Kebersihan

Ananda Putri Maharani

Hari ini hari Jumat. Along dan Angah sedang sedang asyik mewarnai buku yang baru saja dibelikan oleh Papa. Mereka mengerjakannya di ruang keluarga. 

“Along …, Angah …, Mama sudah buatkan es cokelat untuk kalian,” panggil Mama meletakkan dua gelas berwarna biru itu di atas meja makan.

“Asyiiik,” jawab Along dan Angah hampir bersamaan.

Di tengah menikmati satu tegukkan es coklatnya, tiba-tiba satu rumah dikejutkan dengan teriakan Angah.

“Aaaa …!” pekik Angah. 

“Astaghfirullah! Kenapa, Nak?” Mama mempercepat langkah kedua kakinya dan mengecek keadaan Angah.

“Sakit, Ma!” Angah menutupi bantalan pipi kanannya dengan tangan. Ia tampak kesakitan. 

“Sini, Mama lihat dulu, mana yang sakit,” tenang Mama.

Dengan sigap Mama membuka dan melihat penyebab sakit pada mulut Angah. Ketika hampir menyudahinya, akhirnya mama menemukan kawah kecil pada gigi geraham bawah.

“Subhanallah, pasti rasanya sakit sekali, ya, Nak?” tanya Mama yang teringat dengan pengalaman gigi berlubang.

Angah mengangguk tak kuasa menjawab pernyataan Mama karena sakitnya itu.

“Besok kita ke dokter gigi, ya, Nak. Sepertinya mesti ditambal,” jelas Mama meninggalkan Angah untuk mengambil segelas air hangat lalu diberikan setengah sendok garam untuk berkumur-kumur.

Mama pernah membaca disarankan oleh dokter gigi langganannya saat itu. Campuran garam dengan air hangat dapat sedikit meredakan nyeri akibat gigi berlubang.

“Angah, kumur-kumur dengan air ini. Lebih baik tidak usah di minum. Rasanya asin,” aba-aba dari Mama sebelum Angah mulai meminumnya.

Lalu Angah berkumur-kumur sebanyak tiga kali dan merasakan nyerinya berangsur berkurang. 

“Alhamdulillah,” seru Mama melihat wajah ceria Angah.

“Kok, bisa, ya, anak Mama giginya berlubang? Bukankah Mama selalu pastikan untuk sikat gigi sebelum tidur?” selidik Mama menatap kedua anaknya.

“Eh … eh … maafkan Along, Ma,” timpal Along mengetahui kesalahannya.

“Boleh dijelaskan kenapa Along minta maaf?”

“Hampir setiap malam, Along dan Angah makan cokelat yang disimpan Papa dalam lemari makanan itu, Ma,” jawab Along penuh penyesalan.

“Hmm, pantas saja cokelat Papa hilang tidak bersisa,” sambar Papa yang ternyata mendengarkan penjelasan Along.

“Along, Angah, sikat gigi sebelum tidur itu agar gigi kalian bebas dari kuman. Makanan yang tersisa sepanjang malam, sangat berbahaya bagi kesehatan gigi. Jadi, Mama harap ini untuk yang terakhir kalinya, ya,” Mama kembali menegaskan. 

Untuk yang satu ini, mama tidak pernah mau kompromi apalagi tawar-menawar.

“Iya, Ma, Along minta maaf, ya,” sesal Along memeluk mama.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top