Uncategorized

Kejutan Angah

Oleh: Ananda Putri Maharani

Kehadiran Mama sangat dirindukan oleh Along dan Angah. Pesan yang disampaikan Mama, terkenang hampir setiap hari, sehingga mereka menjadi lebih akur daripada biasanya. 

“Abang Long, kapan, sih, Mama pulang?” tanya Along yang sudah kesekian kalinya.

Sebenarnya Along mengetahui sisi lain pertanyaan adiknya, Angah. Namun, selain bosan mendengarnya, Along lelah pula memberikan penjelasannya. Pun, sebenarnya Along juga merindukan Mama dan Amok.

“Ah, kamu bertanya terus. Kan, tadi sudah Abang jawab,” ketus Along yang masih sibuk dengan tugas daringnya. 

“Tapi Mama belum datang juga,” bentuk mulut Angah membentuk kerutan mungil.

Along menarik napas panjang. Sepertinya ia akan salah jika menjawabnya. Mungkin memperparah keadaan suasana hati Angah juga, jika tidak terjawab.

“Aduh, Angah tanya sama Papa, deh!” 

“Along, telepon Mama, ya, satu aja, please!!” rajuk Angah yang kali ini menampakkan gigi keropos akibat hobi makan permen saat usia dua tahun.

“Angah, Abang sedang ada tugas. Harus dikumpulkan. Kamu pakai telepon Papa aja, deh,” timpal Along tidak mau kalah.

“Papa, enggak ada. Papa beli makanan,” tebak Angah tanpa mengetahui keadaan sebenarnya.

“Tunggulah, sebentar lagi.”

“Abang!! Satu saja!” teriak Angah sudah tidak sabar dan mempedulikan penjelasan abangnya.

“Oke …, oke …, satu saja, ya. Kalau Mama tidak jawab, kamu tidak boleh minta telepon lagi,” Along kembali menegaskan persyaratan untuk Angah dengan menggeser kursor tetikus ke arah ‘Panggilan’.

Nada pertama. Nada Kedua. Nada ketiga, hingga nada terakhir yang tidak tahu nada ke-berapa itu.

“Kan, gak diangkat sama Mama,” seru Along makin tampak membulat kedua mata coklatnya itu.

Tak berapa lama, terdengar suara samar diikuti pintu beli tiga kali.

“Papaaaa …,” teriak Angah berlari dan langsung memutar kunci pintu rumah yang bergantung sejak tadi.

“Assalammualaikum,” Mama menyembul kepalanya dari balik jeruji pintu.

“Mamaaa,” Angah terkejut melihat Mama datang bersamaan dengan Papa dan Amok yang tertidur pulas didekapan Mama.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top