Celoteh Umak Mother's life

Kenapa harus berbenah?

Kenapa harus berbenah?

Setelah menerima materi Lecture 1 dari kelas GP ternyata masih banyak yang harus segera dibenahi. Bukan dari dapur, lemari baju, kamar tidur atau ruang bermain anak, melainkan di mulai dari keruwetan mindset, spiritual dan habitual. 

Ternyata kerapihan ini bisa menciptakan nurture dalam sebuah keluarga. Hal ini tampak nyata jelas perbedaan dari kedua anak saya terkait kepedulian gemar rapi. Ternyata itu semua terjadi adanya wiring yang ditularkan dari orang tuanya atau pengasuhnya dulu. Dampaknya pun akan mengakar saat dewasa nanti. Bahkan sedikit banyak sudah terlihat dari usia dini. Astaghfirullah. Seram juga yah.. yuk ah bukan saatnya menyalahi diri sendiri dan orang lain, semoga kuliah GP kali ini bisa membawa perubahan besar dan nyata untuk saya dan keluarga. Aamiiiin.

Tugas materi 1 Gemar Rapi ini adalah tentang ‘Kenapa harus berbenah?’ serta menelisik penyebab clutter di dalam rumah. 

Setelah saya dan suami coba identifikasi  penyebab clutter, alhamdulillah dapat kita simpulkan:

Identifikasi penyebab clutter di dalam rumah

Tumpukan pakaian yang belum digosok sudah menjadi tantangan kami sejak hijrah ke negeri Jiran ini. Selain tidak adanya helper yang selalu membantu kami saat di Jakarta dulu, sampai saat ini menjadi to-do-list nomor satu yang tak kunjung selesai. Ternyata itu semua membawa dampak yang tidak baik bagi kami di rumah.
Seperti kami masih saja mencari pakaian yang dibutuhkan terutama seragam sekolah dan baju kantor, bahkan untuk saya pribadi pun sering marah dan tidak sabar terhadap hal kecil dan sederhana. Tanpa kami sadari dampak ini mempengaruhi perilaku anak-anak di rumah dengan meletakkan pakaian sembarang tempat. Juga yang tak kalah pentingya ruangan menjadi tampak sempit dan penuh. 
Bersyukur Allah Ta’alla masih memberikan rasa malu kepada saya. Ingin rasanya memajang foto tumpukan pakaian tersebut di blog ini. Namun niat tersebut saya batalkan kembali. Haha.

Selain itu, ada satu clutter yang masih saya simpan bahkan di eman-eman dalam lemari dapur. Apa itu? Yap.. tempat plastik bekas. Bekas selai, makanan kering, sambal dan lain-lainnya. Dengan sangat yakin bahwa tempat plastik bekas tersebut bisa berguna di lain waktu. Nyatanya? Tidak saudara-saudara. Jauh dari ekspektasi menjadi tumpukan tak bertuan. Fiuh. Gemas sudah saya dibuatnya.

Lalu setelah kami mengindentifikasi clutter di dalam rumah, kami harus menentukan tujuan yang ingin dicapai.

Tujuan yang ingin dicapai

Semoga tujuan ini bisa terlaksana dengan baik yaa.. Aamiiin Yaa Allah.

Namun, itu semua tidaklah sempurna bila hampanya penyemangat agar selalu gemar rapi. Setelah mencari inspirasi, alhamdulillah saya memilih dalam firman Allah Ta’alla dan hadist Rasullah s.a.w

Penyemangat

Alhamdulillah. Semoga berkah dan bermanfaat.

#Task1GP
#gemaripratama2
#angkatan2
#GP2kelas1
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#berbenahalaindonesia
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemaritu

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top