Uncategorized

Kesakitan Mama

Ananda Putri Maharani

Along mendengar teriakan Mamanya dari arah kamar depan. Ia segera berlari meninggal meja belajar dan tugas liburannya.

“Mama, kenapa?” Along melihat sudah posisi meringkuk seperti bayi. Ia tidak dapat melihat jelas raut wajah Mamanya. Lalu, Along menggoyangkan tubuh Mama dan memanggil berharap ada jawabannya.

“Iya, Nak?” jawab Mama membuat Along merasa lega dan tenang. Namun, wajah Mama tampak meringis dan kedua matanya masih terpejam.

“Mama, sakit? Mau minum?” tanya Along melihat Mamanya kesakitan.

“Iya, Nak,” rintih Mama menutup dirinya dengan selimut.

Kemudian Along melesat keluar kamar menuju lemari dan berusaha dirinya untuk mengambil gelas bersih. 

“Papa … Papa …,” teriak Along memanggil Papanya yang masih menghadiri rapat dari kantornya.

“Iya, Nak? Papa sedang rapat. Along sedang apa di atas sana?” Papa terkejut melihat Along berada di atas meja keramik dapur.

“Mama sakit, Pa. Along mau mengambilkan gelas untuk Mama minum,” jelas Along.

Papa tersenyum melihat tingkah lucu Along, anak sulungnya. 

“Nak, gelas di atas sana, jika ada tamu yang datang. Kalau mau ambil gelas untuk di rumah, ada di sini. Tadi Papa memindahkan karena mau membersihkan sedikit kotaran yang menumpuk di bawah rak piring,” terang Papa melihat muka Along memerah.

Along terkekeh malu. Lalu, ia mengambil segelas air putih dan obat yang dianjurkan Papa agar Mama meminumnya.

“Eh, obat apa ini, Pa? ‘Ke … ram Pe .. rut’,” Along mengeja dan mengulang bacaan yang tertera diatas bungkus berwarna merah muda.

“Iya, itu obat Mama. Biasanya kalau mama sedang kesakitan seperti itu, obat ini yang biasa Mama minum,” ungkap Papa menyodorkan vitamin kepada Along.

“Oke, Papa. Along kasihan melihat Mama,” sedih Along.

“Insyaallah besok sembuh,” Papa berusaha meyakinkan Along, “pijat aja kaki Mama, biasanya tertidur pulas.”

“Oh, iya, Along setuju. Kalau dipijat, kan, jadi rileks.”

Along melesat kembali ke kamar depan dan memberikan obat kepada Mama.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top