Celoteh Umak Me and My kids Mother's life

Ketika Ayyubi Menyapa

Berawal dari niat kami untuk mempunyai adiknya Hisyam. Saat itu Hisyam berusia 2,5 tahun. Usia yang pas untuk anak kedua pikir kami. Dimulai saya membuka spiral di klinik kandungan sampai mengkonsumsi makanan yang bergizi, pokoknya apapun itu asalkan halal dan sehat. Karena sebelum ini saya mempunyai riwayat PCOS. Nanti kita bahas apa itu PCOS okay? Good

Hari demi hari, bulan demi bulan, harapan yang diinginkan belum terwujud. Apa lagi ini? Pikir saya. PCOS lagi kah? Hmm… 

Tidak sabar menunggu untuk memastikan, segera saya cek untuk kali keduanya dan hasilnya memang PCOS. Yaa Allah… Sabar nda. Gak apa, toh demi adiknya Hisyam, self talk saya berkata. 

Saya sudah tahu apa saja yang harus saya lakukan dan jalankan saat terapi PCOS. Tak jauh berbeda dengan program mendapatkan Hisyam dulu. 

Tiga bulan sudah Hormone Replacement Therapy (HRT) saya lewati, guna mengembalikan siklus hormon haid saya yang sering memanjang. Lagi-lagi nihil, ayyubi tak kunjung datang menyapa saya. Masuk bulan ke-enam (kalau tidak salah), saya kembali kontrol ke DSOG. Semua dalam keadaan baik dan bagus. Saya dan suami are in a good condition. Berarti setelah HRT langkah selanjutnya adalah inseminasi.

Bak petir menyambar dan memporak-porandakan seluruh ruang praktek dsog tersebut. Inseminasi. Kebetulan saya seorang Dokter, jadi paham apa artinya ini.

Mencoba untuk menenangkan emosi terlebih dahulu, dan keep positive thinking dengan bertanya ke administrasi terkait proses insem yang harus dijalani.

“Biaya tindakan 10 juta yah bu. Belum termasuk biaya dokter dan obat-obatan” papar mbak administrasi.

Eh..apa ini?? Yaa Allah..jadi total kesuluruhan yang harus saya dan suami siapkan dalam kisaran 20juta. Hadeehh..uang dari mana. 

Ya udahlah yah… gak usah dipaksakan ucap saya kepada suami saat itu. Bukan untuk menyerah tapi saat itu saya sudah benar-benar pasrah sama Allah Ta’alla. Terserah Allah ajah deh..kalau memang Hisyam butuh teman, palingan saya coba untuk memelihara kucing. Haha. Yah mau gimana lagi itulah titik terendah saya ketika mengharapkan sesuatu tetapi tidak  pernah menyerah akan rahmat-Nya.

Sebaik-baiknya planner adalah Allah Ta’alla bukan?

Selang beberapa bulan dari kedatangan kami ke poliklinik kandungan terakhir itu, saya ingat banget..seminggu lewat di bulan suci Ramadhan tahun 1438 H saya tak kunjung haid. Yah..kenapa gini sih haidnya? Gak bener-bener melulu nih keluh hati saya saat itu.

Lalu, entah apa yang merasuki saya saat itu, hasil testpack berhasil menarik garis senyum saya. Alhamdulillah Yaa Allah.. Positif. Langsung saja saya memberi kabar kepada encik suami. Dan reaksinya pun sama dengan saya, tak percaya. Benar kah? 

Tanpa menunggu lagi, kami segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan. Untuk memastikan apakah benar saya telah hamil.

Masyaa Allah Tabarakallah. “Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahmaan:55)

Datang di bulan suci Ramadhan, sungguh nikmat dan keberkahan yang tidak terduga. Akhirnya abang Hisyam mempunya adik. Teman bermain, tempat bercerita.  Gak jadi kucing yah bang… hehehe

Alhamdulillah di bulan Februari 2017 keluarga kecil kami akan semakin ramai dan lengkap.

#umakhisyam #umakberkisah

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top