Uncategorized

Kotak Rahasia

Ananda Putri Maharani

Pagi ini kelas daring dimulai. Mama sedang menyiapkan sarapan selepas Subuh, sudah dikejutkan teriakan Angah sehingga Amok terbangun dan menangis.

“Mamaaaa ….”

“Ya, sayang,” jawab Mama segera menghampiri Angah membongkar lemari.

“Astagfirullah, Angah sedang apa? Kenapa kamar kalian menjadi ramai sekali,” Mama langsung menghentikan langkah kakinya segera di depan pintu kamar. Matanya menyisir setiap sisi ruangan yang kini tidak ada tempat untuk melangkah. 

“Kotak rahasiaku di mana, Ma?” panik Angah melemparkan pakaian kotor dari keranjangnya.

“Kotak apa?” 

“Kotak rahasia, Mama,” sergah Angah mengulang kembali.

“Ya, kan, namanya juga rahasia, pasti tidak ada orang yang tahu,” jelas Mama menenangkan.

Angah makin mengeritkan dahinya tanda tidak puas dengan penjelasan Mama. Baginya kotak rahasia itu harus ditemukan segera.

“Memang di dalam kotak rahasia itu, apa, sih, isinya?” tanya Mama penasaran.

“Angah, mau sekolah besok,” ujar Angah yang hampir meneteskan bulir-bulir air di sudut matanya.

“Betul, lalu?” Mama memiringkan kepalanya dan menatap lekat wajah Angah dari balik bingkai kacamatanya.

“Ada biru, kuning dan oranye. Angah mau pakai untuk gambar,” gerutu Angah.

“Ooh, maksud Angah pensil warna?” 

“Iyaaaa …,” geram Angah.

Mama tersenyum. 

“Coba lihat, deh,” Mama mengitari ruang kamar yang berukuran empat meter dikalikan tiga meter persegi dengan telunjuk kanannya. Angah pun mengikuti arahnya.

“Enggak ada, Mama,” bentak Angah.

“Betul, itu. Angah tahu tidak kenapa?” ujar Mama, “kalau kamarnya masih berantakan seperti ini, Angah akan kesulitan mencarinya. Dan, akan memakan waktu yang lama.”

Angah terdiam lama dan langsung bergegas mengembalikan semua benda-benda ke tempatnya tanpa berkata-kata.

Untuk kali keduanya, Mama tersenyum geli.

Begitu Mama kembali melangkah ke arah dapur,  Angah memanggil dengan suara lebih lantang.

“Mamaaa …,” teriak Angah.

“Iya, Sayang,”

“Sudah ketemuuuu kotak rahasiaku,” seru Angah mengangkat tinggi-tinggi kotak kaleng berbentuk kotak persegi berwarna merah terang itu.

Lalu, Angah membukanya dengan cepat dan bersorak ketika berjumpa yang ia inginkan.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top