Uncategorized

Laporan Harian Along

Oleh: Ananda Putri Maharani

Along melihat jam dinding menunjukkan pukul 5.30. Ia bangun dari kasurnya dan melangkah kakinya  keluar menuju kamar Papa. 

Pekan ini, Along menjaga satgas (satuan tugas) Pejuang Subuh. Kesepakatan bersama dibuat kepada satgas yang berjaga, harus bangun 30 menit sebelum azan Subuh.

“Papa …” Along mengetuk tiga kali kamar Papa hingga ia mendengarkan suara samar dari balik pintu. 

Papa membuka pintu kamar dengan wajah kantuknya. Matanya menyipit akibat sorot lampu ruang keluarga yang sedari tadi nyala.

“Bangun, Pa, Salat di masjid,” seloroh Along.

“Salat Subuh, ya?” Papa mengulang kalimat Along seraya mengembalikan kesadarannya. 

“Papa, Along pinjam ponselnya.” Along mencabutnya dari kabel yang tersambung pada colokan listrik dan memijit lampu ‘off’ pada pangkal sakelar.

Nada sambung panggilan keluar terdengar dari arah ruang keluarga. Along menunggu jawaban. Dua kali. Tiga kali. Namun, tampak sia-sia.

“Telepon siapa, Nak?” tanya Papa bersiap-siap dengan koko berwarna coklatnya.

“Along mau laporan ke Mama,” jawab Along yang masih mencoba melakukan panggilan pada layar ponsel.

“Mungkin Mama masih tidur. Kan, kamu tahu sendiri, Mama tidurnya malam,” terang Papa membenarkan posisi peci di kepalanya, “Papa berangkat ke masjid, dulu, ya. Assalammualaikum.”

“Wa’alaikumussalam,” seru Along. 

Tiba-tiba gambar yang paling ditunggu muncul pada layar ponsel.

“Assalammualaikum, Mamaaa …,” 

“Waalaikumussalam, Along,” jawab Mama dengan senyum ramahnya.

“Mama, Along tadi bangunin Papa salat Subuh ke masjid. Terus sekarang Along sama Angah berdua di rumah. Along hebat, kan, Ma?” sosor Along tanpa memberikan jeda pada Mamanya.

“Eh, Along sendirian di rumah? Berani?” ragu Mama yang sudah memahami keadaan Along untuk berproses terlebih dahulu. 

“Ehm, takut, sih. Tapi Along sudah berdoa sama Allah dan kunci pintu rumah. Insyaallah, Allah menjaga Along dan Angah, kan, Ma?” 

Mama menarik tepi bibirnya lebih lebar. Along yang tidak pernah menyerah untuk selalu mencoba pada situasi apa pun.

“Insyaallah. Ada Allah yang menjaga Along dan Angah. Mama bangga sama Along. Terima kasih, ya, Nak.” 

Lalu, Along melanjutkan laporan hariannya selama Mama menemani Amok di rumah sakit. 

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top