Uncategorized

Lem Kertas

Ananda Putri Maharani

Jumat pagi ini, Along lebih bersemangat. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Ia ikut kelas daring khusus anak usia 9-12 tahun. 

Jauh sebelum kelas dimulai, Mama menawarkan beberapa kegiatan untuk mengisi liburannya. Ternyata Along memilih kelas daring prakarya yang disertai dengan dongeng.

“Siang ini, ada kelas, kan?” tanya Mama yang sudah lebih sehat dibandingkan kemarin.

“Iya, Mama. Kelasnya Kak Ayeesha, kan?” 

“Mama kurang tahu juga, ya, Nak. Tapi Mama bisa pastikan, kelasnya sama menariknya dengan Kak Ayeesha,” jelas Mama meyakinkan Along. 

Sebenarnya Mama mengetahui siapa yang akan membawa kelas daring prakarya ini. Hanya saja, Mama tidak mau Along kecewa atau tidak bersemangat.

“Aku suka kelas Kak Ayeesha. Ceritain dongengnya enak dan sabar banget, Ma,” kenang Along membayangkan betapa semangatnya ia saat itu.

Mama tersenyum dan mengangguk setuju. Mama pun juga suka cara Kak Ayeesha menyampaikan kepada anak-anak. 

Jam dinding menunjukkan dalam waktu lima menit lagi, kelas daring akan dimulai. Along segera mempersiapkan keperluan kelas yang sudah diinfokan sebelumnya.

Tiba-tiba ….

“Mama, di mana, ya, lem kertasku?” teriak Along disertai suara berisik dari arah kamarnya. 

Mama menduga Along membongkar isi lemari bukunya. Ternyata dugaannya benar.

“Allahu, Nak, kenapa kamarnya jadi berantakan lagi?” Mama menyisir kamar Along.

“Along mencari lem kertas, Ma. Along lupa menyimpan di mana,” panik Along karena kelas daring akan segera di mulai.

Mama melihatnya pun juga bingung, karena ia sudah mengingatkan Along untuk segera merapikan kembali setelah dipakai.

“Coba Along ingat lagi, tadi simpan di mana, Nak,” ragu Mama.

“Ini pasti Angah yang berantakin,” gertak Along menunjuk Angah seyang sedang asyik bermain lego.

“Astaghfirullah, Along! Tidak boleh sembarang menuduh. Kalau Angah tidak melakukannya, bisa berdosa,” sergah Mama mengingatkan Along semakin panik.

“Maaf, Mama. Along menyesal dan berjanji tidak akan seperti itu lagi,” janji Along.

“Sekarang kamu masuk kelas saja dulu, Kakaknya pasti mencari kamu. Nanti kamu bisa mencoba jelaskan keadaannmu yang tidak ada lem kertas,” ujar Mama.

“Oke, Ma,” jawab Along melangkah keluar kamarnya dan kemudian ia teriak,

“Mamaaaa!! Ini lem kertasnya, ternyata ada di dekat layar komputerku,” seru Along.

“Alhamdulillah, semangat, ya,” ujar Mama.

“Semangat!!” kekeh Along.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top