IP

Melatih komunikasi

Kamis, 2 November 2017

09.23

Bismillah..

Masyaa Allah setelah lulus dari IIP Matrikulasi, bisa menengok kembali blog ini. Kali ini Insyaa Allah akan dipenuhi dengan curhatan-curhatan tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang (bunsay) umaknya hisyam ayyubi.

Tantangan 10 hari kedepan ini mengenai Komunikasi Produktif. Baik itu dengan diri sendiri, pasangan maupun anak kita.

 

KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI

Dalam komukasi produktif ada beberapa kaidah yang harus diterapkan. Semua bermula dari diri sendiri.

“For thing to change, I must change first” (septi peni)

Baiklah mari kita buat tabel kaidah-kaidah yang sudah dicantumkan dalam materi. Sebenarnya tabel ini sebagai koridor untuk diri sendiri agar tidak melenceng jauh. Harus pada jalurnya. Seringkali saya akui, memang sulit untuk merangkai kata-kata menjadi kalimat produktif. Kebanyakan mah tidak produktif. Hehehe..rasanya belibet..ooopss maksudnya menarik. (kata positif)

Harus berlatih..dan berlatih. Rubah pola komunikasi diri sendiri. Mencari kata yang lebih positif. Diharapkan dengan adanya tabel ini saya bisa lebih menjaga kalimat yang akan saya ucapkan kelak.

komprodpasangan

komprodanak.jpg

KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN

“Cinta ku berat di ongkos” itulah keadaan yang sebenarnya. Saat ini saya berada di Bekasi sedangkan suami nan jauh di negeri jiran. Jika ada rejeki lebih saya dan anak-anak melepas rindu ke kualalumpur. Namun insyaa Allah ini tidak akan lama. Karena anak bujang, hisyam, harus menyelesaikan kegiatan sekolahnya sampai akhir desember nanti. Insyaa Allah.

Lalu bagaimana dengan komunikasi dengan papanya anak-anak? Untunglah teknologi sudah canggih. Sebelum kami tidur, waktu 15 menit digunakan sebaik mungkin. Jadiii untuk sementara family forum ini nanda buat terlebih dahulu, lalu diserahkan kepada bapak ketua a.k.a papanya anak-anak.

 

FAMILY FORUM kekinian rasa keluarga kita

  • Dibuat seintim mungkin.
  • Ngobrol hal yang menyenangkan namun terarah dan melatih komunikasi yang produktif.
  • Anggotanya adalah keluarga inti (papa, mama, hisyam dan ayyubi).
  • Setiap anggota dapat mengalirkan rasa agar menyamakan Frame of Reference dan Frame of Experience.
  • Terlebih lagi forum ini bisa dijadikan sarana belajar untuk saling mengerti dan mendengar dengan baik.
  • Dilakukan setiap hari jumat ba’da shalat isya. Tempatnya didalam rumah, mungkin bisa kita namakan “Meja Peradaban”. Tapi untuk saat ini karena papanya anak-anak masih jauh..lewat video call saja..^^

 

KOMUNIKASI DENGAN ANAK

Nah ini benar-benar tantangan untuk nanda. Selain melatih komunikasi, emosi dan kesabaran benar-benar dalam level terendah. Sewaktu nanda ikut pelatihan Enlightening Parenting Sharing oleh mba gita dan mba dini, diajarkan untuk mengenali apa yang membuat intonasi suara menjadi tinggi. Capai kah? Lelah kah? Lapar kah? Nyatanya memang tidak pernah produktif dalam berkomunikasi.

Setelah dua hari persiapan sebelum menerima tantangan 10 hari ini, sudah membuat beberapa penggal kalimat positif. Walaupun banyak tantangan-tantangan yang terjadi didalam rumah, mau nanda coba diawal shubuh tadi. Seperti biasa butuh kreatifitas tinggi membangunkan hisyam untuk shalat shubuh.

Biasanya memang ada sedikit bumbu menakut-nakuti. Apa daya diakhiri dengan tangisan. Haduuhh..

Lalu pas banget saat mba fitroh fasil kami di kelas bunda sayang #3 memberikan sepenggal contoh komunikasi produktif.

hisyamshubuh

“Abang, sudah jam 21:00. Abang ingin melanjutkan legonya atau tidur sekarang?”

“Sebentar mama. Lego dulu.” Hmm…kendalikan emosi, positive thinking dan tersenyum ramah. Ingat kaidah 7-38-55

Saya dekati hisyam memposisikan diri sejajar dengannya “Baiklah, mama beri waktu 5 menit lagi. Namun besok adzan shubuh tidak boleh terlambat bangun yah. Karena waktu tidurnya sudah lewat.” Dengan intonasi saya atur dan ramah.

“Kalau aku tidur sekarang Insyaa Allah shubuhnya tidak telat mama?”. Good. Sesuai dengan yang kita inginkan.

“Iyah sayang.”

“Ya sudah, hisyam tidur sekarang saja”. YESSS sontak saya dalam hati.

Alhamdulillah pagi ini (dan semoga seterusnya) membangunkan shalat shubuh berjalan dengan mulus. Tidak ada drama dan tangisan.

 

Semangaatt…

 

-mama hisyam ayyubi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top