Uncategorized

Membaca Alquran (2)

Ananda Putri Maharani

Along, Angah, Amok, dan Mama masih duduk melingkar menunggu Papa melanjutkan kisah kataknya.

“Jadi, pada kisah Nabi Ibrahim as. katak berusaha memadamkan api yang mengelilingi Nabi Ibrahim as. Meskipun tidak berhasil api dipadamkan.”

“Kemudian pada hadis riwayat Abu Daud, dikisahkan ada seorang tabib menanyakan kepada baginda Rasulullah Saw. mengenai katak, apakah boleh dijadikan obat. Lalu, Rasulullah Saw. melarang untuk membunuh katak,” jelas Papa tanpa terpotong tangisan Amok yang sudah tidur lelap semenjak kisah ini di mulai.

“Jadi, tidak boleh, ya, Pa, membunuh Katak?” tanya Along penasaran.

“Betul, Nak. Allah Swt. melarang kita membunuh katak, apalagi sampai memakannya,” jawab Papa seraya meluruskan kedua kakinya karena terlampau pegal duduk bersila.

“Ternyata ada alasan ilmiahnya jika membunuh katak. Ada yang tahu?”

“Papa tanya terus, langsung aja ceritanya,” gerutu Along tidak sabar menanti kelanjutannya.

“Kalau tidak mau ditanya, berarti Papa kasih tugas cari di internet saja, ya?” balas Papa menyeringai puas. 

“Eh, iya, deh, Along jawab,” jawab Along dibalas tawa Papa dan Mama.

“Secara ilmiah, suatu kehidupan selalu seimbang karena diatur oleh ekosistemnya. Ada mata rantai makanan. Nah, katak itu dijadikan sama Allah salah satu mata rantai yang paling penting. Jadi, kita bisa kita bayangkan jika katak di seluruh bumi habis karena dimakan. Sudah pasti akan terjadi gangguan ekosistem kehidupan,” jelas Papa tanpa ada jeda.

“Apalagi petani sangat membutuhkan peran katak di lahan sawahnya. Selain untuk memangsa serangga pemakan padi, katak berfungsi sebagai indikator penyubur tanah.”

“Oh, pantesan, ya, Pa, di sawah banyak sekali katak. Dulu, sewaktu Along menginap di rumah kakeknya Yangkung, sawah di depan rumah terdengar ramai suara katak,” tutur Along.

“Betul sekali, Along. Lalu, peran katak pada mata rantai ekosistem, merupakan makanan yang sangat lezat bagi ular,” tukas Papa menutup Alquran tanda akan masuk azan Isya.

“Baiklah, untuk hari ini sampai dikisah tentang katak dulu. Ada pertanyaan?” tanya Papa menatap Mama yang sedari sudah memberikan tanda untuk menyantap makanan malam yang sudah dihidangkan.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top