Uncategorized

Membaca Alquran

Ananda Putri Maharani

Along, Mama, Papa, Angah, dan Amok sudah berkumpul di ruang keluarga. Selepas Magrib mereka membentuk lingkaran dan membawa Alquran masing-masing.

“Assalammualaikum, malam ini, Papa ingin berkisah tentang katak. Siapa yang suka sama katak?” tanya Papa menatap seluruh anggota keluarganya.

“Ih, Mama geli sama katak,” gidik Mama membayangkan katak ada didekatnya.

“Kok, bercerita tentang katak, Pa? Tentang Nabi-nabi saja, dong!” pinta Along seraya menilin kertas hingga membentuk batang kecil.

Papa tersenyum mendengar jawaban Along dan Mama. 

“Angah suka katak?” celetuk Papa memiringkan kepalanya yang ingin melihat wajah Angah duduk disampingnya.

“Sukaaa ….” sambut Angah riang. 

Mendengarnya Along, Mama dan Papa tertawa serentak.

“Angah, katak itu haram. Kamu tidak boleh suka. Nanti dosa! Masuk neraka!” ancam Along menakuti adiknya yang kini dibalas dengan teriakan. 

“Sudah … sudah …, kamu tidak boleh seperti itu Along,” tegas Papa mengakhiri letupan api yang hampir kian membesar.

“Iya, Papa. Maaf,” sesal Along.

“Baiklah, mari kita lanjutkan lagi. Ada yang tahu bahwa katak dimaktubkan di dalam Alquran?” ujar Papa, “coba Mama tolong buka surah Al Araaf, ayat 133.”

Lalu mama membaca surah tersebut dan mengartikannya,“Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.”

Selang lima menit ruang keluarga itu hening. Mereka menghayati setiap arti kata dalam ayat tersebut.

“Terima kasih, Mama. Jadi pada surah Al Araaf ayat 133, Allah menurunkan azabnya dengan menurunkan ribuan katak bahkan jutaan memenuhi negeri Mesir akibat kesombongan Firaun dan pengikutnya.” 

“Apakah sampai di situ saja ceritanya, tentu saja tidak.”

“Walaupun katak diharamkan untuk dimakan, tapi Allah memerintahkan para Nabi untuk melarang membunuh katak. Ada yang tahu kenapa?” tanya Papa satu persatu.

Semua diam menunggu kisahnya dilanjutkan kembali.

“Wah, berarti mesti sering-sering berkisah,” kekeh Papa.

Bersambung ….

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top