Uncategorized

Menegur Efektif

Ananda Putri Maharani

“Maaf, ya, Ma, Along tidak akan berbuat lagi,” sesal Along.

“Boleh Mama tahu kesalahan apa yang telah Along perbuat?” tanya Mama seraya mengambil tiga sendok es krim cokelat bercampur stroberi itu.

Along terdiam mengaduk-aduk es krim yang sudah hampir meleleh.

“Apa, Ma?” tanya Along lagi.

Pertanyaan itu menampakkan raut kesedihan pada wajah Mama. Mama menghembuskan napas beratnya.

“Along …, apa yang membuat Along minta maaf sama Mama dan Papa?” ujar Mama.

“Along salah?”

“Betul! Nah, Along tahu salahnya apa?” Mama kembali menjelaskan pelan-pelan.

“Main hp, ya, Ma?” ragu Along kesekian kalinya.

Papa tersenyum melihat Mama yang mungkin sudah habis mengarahkan Along untuk belajar introspeksi diri. Namun, dugaan Papa ternyata salah. Ada es krim yang menyelamatkan ledakan emosi Mama. 

Mama kembali menikmati es krim rasa stroberi. Sensasi dinginnya dapat menyejukkan pikiran Mama.

“Kurang detail,” sahut Mama masih mengulum sendok makan dari sisa-sisa es krim yang masih menempel.

“Kurang detail gimana, Ma?” tanya Along makin kebingungan.

“Along boleh main handphone hari apa?” 

“Sabtu dan Ahad, Ma,” kekeh Along yang nampak sudah mengetahui arah diskusi mereka.

“Tadi, Along mainnya hari apa?” 

“Jumat, Ma,” senyum Along makin lebar. 

“Ok, bagus. Jadi, salah Along apa?” tanya Mama mengharapkan jawaban Along yang lebih detail.

“Oh …, Along main handphone pada hari Jumat!” teriak Along semangat bak menjawab lomba kuis.

Mama dan Papa tertawa terbahak-bahak. 

“Tapi, ada satu kesalahan lagi pada Along,” sergah Papa memberi teka-teki.

“Eh, apa lagi, Pa?” protes Along kemudian.

“Tadi Along bermain dengan siapa?” tanya Papa.

“Eh …, oh … sama Angah, Pa,” seringai Along menampakkan gigi putih tetapnya.

“Nah, hal itu menjadi tanggung jawabmu. Tentu, Papa juga akan menegur Angah. Namun, Angah tidak akan berbuat jika tidak ada contohnya,” jelas Papa merapikan tumpukan mangkuk dan sendok yang telah terpakai dari atas meja makan.

“Iya, Pa, Ma. Along minta maaf sudah bermain handphone hari Jumat. Along berjanji tidak akan mengulangi lagi,” aku Along.

“Alhamdulillah,” jawab Mama dan Papa serentak.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top