Celoteh Umak

Menulis itu Obat Hati

Kok bisa?

Awalnya umak juga gak percaya, masa iya dengan menulis kegundahan kita sedikit banyak bisa terobati.

Jadi gini ceritanya..

Setelah kepindahan kami ke Malaysia, saya dengan suami membagi tugas rumah tangga. Baik itu menyuci baju, setrika, menyapu dan mengepel lantai sampai masak dan membantu urusan sekolah anak bujang melayu saya. Bahkan kesepakatan di awal ini ada konsekuensinya jika tidak dikerjakan. Simple kan? Tapiii… tidak sesimple itu kawaaannnn…

Satu tahun masih dirasa sedikit bagi kami yang terbiasa serba dilayani. Perkerjaan-pekerjaan dasar tersebut mungkin bisa dikerjakan diawal-awal bulan, tapi jika berulang dan terus menerus bisa menimbulkan kejenuhan.

Lalu apakah kita tetap dalam tahap kejenuhan? Tentu saja tidak. Semua itu harus diatasi dengan secepatnya. Bagaimana?

Menulis saat itu juga

Tulis.. tulis.. dan menulis. Tidak ada kata tapi. Setiap ada yang membuat Anda kesal, lebih baik tulis. Setiap ada yang membuat kita happy, tetap ditulis.

Untuk apa sih?

Tentu saja untuk kita baca kembali. Tanpa kita sadari, tulisan yang kita baca tersebut bisa menjadi anchor atau pelajaran bahwa bila menghadapi situasi yang seperti itu kembali, bisa banget kita atasi tanpa pake baperan yak!

Atau bisa juga saat membacanya hati kita sedikit terhibur. Betapa konyolnya kita saat itu. Eehh kita? Umak aja kali.. baiklah. Mari kita lanjutkan lagi.

Selain itu kita bisa menuangkan semua isi hati lho.. dari sebal sama suami yang lupa naruh handuk #eh kok.. haha sampai rasa senang kita melihat suami pulang kantor sambil bawa burger Ramli. Tanpa kita sadari saat menulis, semua rasa itu akan hilang perlahan-lahan.

Sebagai reminder

Siapa yang sering mencatat daftar belanja keperluan bulanan? Cung tangannya?

Yap inilah salah satu fungsi menulis, sebagai pengingat. Kalau saya ini memang suka lupa makanya tak jarang saya mencatat yang harus dicatat. Gaswat kan kalau lupa.

So, menulislah.. biarkan hati kita menggerakan jari jemari untuk menuangan semua aliran rasa kita.

Takut? Gak apa. Yakin aja sama diri sendiri.

Yuk menulis.

#umakhisyam #umakberkisah

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top