Uncategorized

Outstanding

Ananda Putri Maharani

Alhamdulillah, akhirnya bisa menantang diri sendiri untuk menulis selama tiga puluh hari penuh. Kegiatan menulis ini diadakan oleh Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP) setiap tahunnya. Pendaftaran dibuka pada awal tahun baru selama satu bulan. Sebetulnya tahun lalu ingin ikut serta, tapi belum sampai dipertengahan jalan, sudah mengibarkan bendera putih sebelum melangkah.

Nah, tahun ini, saya mencoba memperbaiki niat dalam berliterasi. Selain diamanahi sebagai Penanggung Jawab, ingin menantang diri untuk selalu menulis dan menulis. Namun, tulisan yang saya tulis di dalam blog sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Saya memilih dalam bentuk cerita anak. 

Kenapa? Menulis cerita anak berikut gambar yang saya gambarkan sendiri adalah impian yang kini sedang saya jalankan perlahan-lahan. Mungkin bisa satu tahun atau lebih baru bisa saya capai. Bisa dikatakan saat ini saya masih mengumpulkan amunisi agar siap berjuang di medan tempur nanti. Mempelajari dari pengalaman para penulis dan ilustrator yang sudah dibidangnya.

Kembali niat mengikuti KLIP 2021, seperti pepatah ‘menulis perkara berlatih’, biasakanlah kita menulis setiap harinya. Nyatanya memang betul. Akan terlihat berbeda setiap orang yang terbiasa menulis dan membaca, dari tulisan yang ia tulis. Walaupun selama mengikuti tantangan ini, saya agak tersendat dan ingin berhenti, saya berusaha untuk mengingat tujuan awal dan langsung memperbaiki niat kembali.

Tema yang ditentukannya pun boleh apa saja. Bebas. Lalu, wadah menulisnya senyaman kita bernaung di dalamnya. Sungguh memudahkan para peserta untuk bermain dengan imaji literasinya. 

Masyaallah Tabarakallah, hasil yang didapatkan sesuai yang diharapkan. Namun, akan lebih berat dalam konsistensi mempertahankan predikat itu, dibandingkan mengawalinya. Selain rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, ada hal lain di atas segalanya. Tulisan kita harus menjadi saksi untuk tujuan akhir nanti. Alhamdulillah, atas izin-Nya, predikat itu bisa dicapai sebagai penginat di bulan berikutnya.

Waktu saat menulisnya pun beragam. Biasanya malam setelah aktivitas rumah beres. Kalau pagi, agak jarang. Saya lebih mempersiapkan urusan rumah terlebih dahulu, karena saat menulis saya butuh ketenangan agar ide-ide yang mengalir bisa saya tangkap segera. 

Alhamdulillah.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top