IP

Pengugur Dosa

Minggu, 11 Februari 2018

Bismillah

“Ma..peluk aku”

Setelah pulang renang jumat lalu, hisyam demam. Tangisan yang pecah itu sudah memberikan sinyal tubuhnya telah terinfeksi kuman. Virus atau bakteri. Celotehan yang mewarnai rumah kami hanya didominasi oleh ayyubi.

Demam yang enggan turun dengan pemberian paracetamol setiap empat jam, merubah semua kelincahan anak bujang saya. Nafsu makan makin menurun dan tidak ada yang masuk sama sekali. Hanya obat dan air putih saja. Saya tahu pun hisyam sudah berusaha untuk mengabulkan semua permintaan umaknya ini.

“Mama..aku sembuh kan?”

“In syaa Allah nak..hisyam takut yah?”

“Iyah aku takut disuntik nanti”

“Memang siapa yang mau disuntik?”

“Enggak tahu”

Fiuh ternyata masih ada PR untuk saya tentang per-suntikan ini.

“In syaa Allah tidak disuntik nak. Mama kan dokter. Jadi mama tahu mana yang harus disuntik atau tidak. Selain itu yang lebih penting hisyam harus tahu, bahwa kalau kita sakit itu tanda cinta dan sayang Allah kepada kita. Agar kita yang sering lupa sama Allah, jadi ingat lagi.”

“Dan demam itu bisa mengugurkan atau menghancurkan dosa-dosa kita lho..asyik kan? Allah tidak sembarang memberikan sesuatu ke hambanya jika tidak ada manfaat atau tujuan.”

“Iyah mama..hisyam sabar dan banyak istirahat dan minum air putih saja.”

“Good. Mama suka dengan pilihan abang”

Syafakallah yah nak..

-Umaknya hisyam ayyubi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top