Celoteh Umak Me and My kids Mother's life

Potty Trainning Dengan Bahagia

Ilistrasi 1. Potty Trainning Drengan Bahagia

Mengantarkan anak bertumbuh dan berkembang di setiap fasenya menjadi momen berharga bagi orang tua. Memperhatikan secara berkala memudahkan kita menyadari tahapan perkembangan anak, terutama pada masa periode emasnya.

Salah satu tahapan yang menantang bagi para orang tua adalah Potty Trainning. Lalu apa sih Potty Trainning itu? Apakah se-menyeramkan itu? 

Potty Trainning merupakan istilah untuk melatih keterampilan seorang anak untuk buang air kecil maupun buang air besar di kamar mandi. Bukan lagi di popok sekali pakai atau biasa disebut dengan pospak. Keterampilan ini tidak ada patokan usia maupun masa proses trainning-nya.   

Keterampilan ini menjadi satu tahapan yang prosesnya tidak bisa dipastikan berapa lama. Ada yang menguasai dalam hitungan hari dan ada pula lainnya memerlukan waktu berbulan-bulan. Misalnya Hisyam, 9 tahun, saat berusia 3 tahun lebih cepat berproses trainning dibandingkan adiknya, Ayyubi.

Syarat sukses Potty Trainning

Ilustrasi 2. Syarat sukses Potty Trainning

– Kondisikan kamar mandi
Mungkin ada yang heran kenapa sih harus kondisikan kamar mandi? Tentu dalam mengajarkan keterampilan ini anak-anak harus tahu kemana dia membuang hajat besar dan kecilnya. Jadi saat itu saya sengaja pintu kamar mandi tiak tertutup rapat dan lampu dalam setia nyala. 

– Handuk kecil
Ini penting! Salah satu untuk menjaga kesehatan area saluran kemih, setelah buang hajat harus selalu kering. Jika dibiarkan lembab, resiko infeksi saluran kemih meningkat. Jangan sampai deh ya moms!

– Setumpuk koran bekas
Terus ini untuk apa? Cara ini saya gunakan semenjak Hisyam belajar Potty Trainning. Ketika hari pertama melepas pospak, rumah akan kebanjiran urin di mana-mana. Seringkali saya tidak sempat untuk membersihkan properly, segera urin tersebut saya tutupi dengan lembaran-lembaran koran agar menyerap sempurna dan bisa dibersihkan setelah rapih mengkondisikan Hisyam dan Ayyubi.

– Stok celana dalam 
Wah, ini kewajiban yang harus disiapkan yah moms. Selain untuk menambahkan semangat anak-anak belajar, cara ini sekaligus mengajarkan bagaimana mengenakan pakaian dalam dengan benar.

Hal-Hal yang perlu diperlukan

– Adab masuk dan keluar wc
Mengenalkan adab keluar-masuk WC harus dikenalkan sejak dini. Dari membaca doa sampai cara melangkahkan kedua kakinya. Walaupun tidak mudah, in syaa Allah akan menuai hasilnya kok!

– Komunikasi
Berkomunikasi dengan anak usia 3-4 tahun susah-susah-gampang. Banyak susahnya ya? Hehehe. Saya merasa tertantang mengarahkan Ayyubi memberikan sinyal kepada saya jika sudah kebelet pipis atau pup. Tidak cukup sekali atau dua kali. Tak terhitung. 

Jadi memang betul diperlukan suatu seni berkomunikasi saat mengarahkan kepada anak. Dengan sabar.

– Reminder setiap jam.
Jangan bosan dan lelah saat meningatkan anak-anak untuk ke kamar mandi. Dalam setiap keadaan semisal sedang asyik bermain, sebelum atau setelah makan dan tidur. Walaupun ia tidak ingin pipis or pup, tetap diarahkan ke kamar mandi dan pipis. Cara yang turun menurun dari Yangkungnya Hisyam saat mengajarkan anak-anaknya cukup aktual diajarkan ke anak-anak.

– Cucian yang banyak!
Namanya sedang mengajarkan potty trainning pasti harus melewati acara ngompol celana, kursi dan tempat tidur. Bahkan sedang makan pun, Ayyubi dengan asyiknya pipis di kursi makannya. Hadeeeh.. Tapi tenang ini gak berlangsung lama, in syaa Allah menurut perhitungan saya cukup tiga hari. Kurang dikit sih! Hehehe. 

Kunci Utama keberhasilan Potty Trainning

Ilustrasi 3. Kunci Utama Keberhasilan Potty Trainning

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Walaupun kita melatih anak-anak keterampilan, tetap tidak boleh lupa ada Yang Maha Memberikan Pertolongan agar proses ini lancar dan gembira. 

“Tiada daya dan upaya atas pertolongan dari Allah.”

Sejak awal selalu mengingatkan diri bahwa ini semua semata atas ijin dari Allah Ta’alla dan pertolongan Allah. Kenapa ini penting untuk saya, karena saat membersamai anak-anak kerap kali lupa untuk mengingat-Nya. 

Yang saya rasakan pun tidak mudah, iya, berat. Tapi akan terasa berbeda ketika kita ikhlas menjalaninya. Apalagi di saat Ayyubi butuh segera untuk ke kamar mandi, sedangkan saya sedang memasak. Wah benar-benar menguji emosi kalau kita tidak pandai dalam mengelolanya. 

Jadi, sebelum memulai carilah informasi-informasi agar maksimal dalam berikhtiar. Agar proses belajar Potty Trainning ini berjalan dengan bahagia.

Semoga bermanfaat.

#umakberkisah
#ibumenggambar
#pottytrainning


Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top