IP Kelas Bunda Sayang

Review Day 4: Melatih Pre Aqil Baligh

Bismillah

Setelah diskusi Kelompok 1 dari Kelas Bunsay kami, banyak sekali insight yang saya dapat hari ini.

Ada pertanyaan penjelasan secara detail tentang pentingnya “menyuplai” sisi maskulinitas dan feminitas anak, dimana dalam slide dipaparkan bahwa anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dari ayah dan 25% suplai feminitas dari ibu.

Maskulinitas merupakan sebuah payung yang dapat merangkum apa saja yang termasuk dan disebut maskulin dan atau juga tolak ukur yang menyangkut nilai dan norma yang maskulin. Maskulin yang saya maksud adalah oposisi dari feminine

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maskulin diartikan sebagai bersifat jantan atau jenis laki-laki sementara feminin diartikan sebagai bersifat kewanitaan, mengenai atau menyerupai wanita

Misalnya, orangtua cenderung memberikan baju warna pink bagi anak perempuan sementara anak laki-laki diberikan baju warna biru.

Hal ini karena pink memiliki makna feminin yang lebih cocok dilekatkan pada perempuan dan warna biru memiliki makna maskulin sehingga ia dilekatkan pada laki-laki.

Berbagai peran, pekerjaan, aktivitas, sifat bahkan benda juga seringkali dihubungkan dengan femininitas dan maskulinitas.

Motor besar, panjat tebing, logis, kuat, kepala keluarga adalah hal-hal yang maskulin.

Sementara alat kosmetik, mudah menangis, sekretaris, merawat, lemah lembut disebut sebagai hal-hal yang feminine

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)”

Manajemen maskulinitas dan feminitas.

Pada laki-laki tetap saja ada unsur feminitas, begitupun pada perempuan ada unsur maskulinitas, tapi tidak dominan. Unsur tsb dibutuhkan bukan dihilangkan. Yang penting adalah bagaimana memanage-nya.

Laki-laki membutuhkan cinta, kasih sayang, kepedulian, feeling, firasat.

Perempuan harus berani berkata tidak, berani menolak, berani tampil beda, daya analisis. Jika tidak di manage dengam baik akan menimbulkan bahaya.

-Umaknya Hisyam Ayyubi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top