IP Kelas Bunda Sayang

Review Day 8

Bismillah

Yuks mari simak lagi sepenggal diskusi Kelompok 9 nan ciamik ini..dasyat isi presentasinya 👏🏻👏🏻

1️⃣

Assalamu’alaikum. Tema yang menarik menggali rusaknya fitrah seksual pada anak. Anak sangat dekat dengan media elektronik spt hp dan tv. Sedangkan di media ini banyak sekali unsur2 pornografi, dari bersentuhan lawan jenis, membuka aurat, kissing bahkan. Seberapa besar pengaruh tontonan negatif berbau pornografi merusak otak anak dan mempengaruhi tingkah laku anak kedepannya ?

Bagaimana pengaruhnya jika ada anak yang secara tidak sengaja melihat orang tuanya melakukan hubungan intim ? Bisa jadi karena masih tidur sekamar. Apakah usia anak saat tidak sengaja melihat kejadian itu berpengaruh terhadap besar kecilnya efek negatif pada anak tersebut ?

Terima kasih.

Maaf pertanyaannya double …. temanya menarik.

Sulis.

jawaban:

1⃣

Dampak (BAHAYA) Pornografi pada anak

🔆 Ibarat smartphone, manusia juga punya sebuah operating system. Operating system buatan Allah SWT yang sangat canggih bernama otak.

🔆 Menurut Jordan Grafman, PhD, peneliti Neuroscience dari University of Wisconsin-Madison, Di otak bagian depan, terdapat bagian otak yang hanya ada di manusia, dan membedakan dengan binatang, bernama Pre Frontal Cortex, kita singkat PFC.

🔆 PFC ini sangat penting, karena berfungsi seperti pemimpinnya manusia. PFC bertanggungjawab untuk konsentrasi, memahami nilai benar salah, mengendalikan diri, menunda kepuasan, berpikir kritis, dan merencanakan masa depan. PFC lah yang bertanggungjawab membentuk kepribadian dan perilaku sosial.

🔆 Bisa dibayangkan jika fungsi PFC rusak pada otak seorang manusia, maka manusia itu akan ter-dehumanisasi, dan bisa berperilaku seperti binatang, bahkan lebih buruk.

🔆 Nah, PFC itu bisa dirusak oleh benturan dan zat kimia. Zat kimia ini bisa berasal dari NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Tapi sumber paling berbahaya adalah zat kimia yang dipicu karena melihat pornografi.

💣 Jadi pornografi merusak otak terutama di bagian PFC, sehingga disebut Narkolema : Narkoba Lewat Mata.

💣 Saat seseorang melihat konten porno, konten tersebut merangsang aktifnya senyawa kimia otak bernama dopamin. Dopamin memberi efek senang sekaligus ketagihan.

💣 Jika sudah ketagihan, dopamin yang diaktifkan akan terus meningkat jumlahnya. Bagian otak yang mengaktifkan dopamin (sistem limbik) akan terus distimulasi sehingga ukurannya semakin membesar. Jumlah dopamin yang membanjir akan dialirkan ke otak bagian depan, terutama ke bagian PFC. Saat dopamin membanjiri PFC, PFC menjadi tidak bekerja. Jika PFC terlalu sering tidak bekerja, ia akan menciut. Sistem limbik yang membesar dan PFC yang menciut, lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan PFC.

💣 Kerusakan otak yang terjadi akibat pornografi, menurut Dr. Donald Hilton Jr, Ahli Neurosurgical dari University of Texas, jika di scan menggunakan alat bernama MRI, akan memberikan hasil yang sama dengan kerusakan otak orang yang kecelakaan dan terbentur kepalanya di atas alis kanan mata.

💣 Dr. Donald Hilton juga mengatakan bahwa jika narkoba merusak otak di 3 bagian, maka pornografi merusak otak di LIMA bagian jika seorang pecandu pornografi melakukan hubungan seks dengan anak-anak.

sumber:

Ini sumbernya:

Melindungi Anak dari Pornografi

2️⃣

Bagaimana jika anak melihat orang tuanya berhubungan intim?

2⃣Memang terkadang sangat konyol saat anak melihat orangtua berhubungan intim maka usahakan untuk tidur terpisah kamar dengan anak pada saat anak sudah mulai bisa berpura-pura tidur.

Jika anak belum mau pisah kamar, maka orangtua lah yang harus mengalah untuk pindah kamar saat berhubungan intim.

Jika berpisah kamar juga tidak memungkinkan karena kondisi tempat tinggal yang terbatas misalnya kos atau kontrakan yang tidak memiliki kamar lain.

Maka sebaiknya orangtua mencari waktu yang tepat saat anak-anak sedang benar-benar tertidur dan usahakan menutup badan dengan selimut.

Karena, jika anak melihat orangtua berhubungan intim secara tidak sengaja, akan mengakibatkan efek buruk bagi psikologis anak, diantaranya:

Anak marah kepada orang tua karena belum paham tentang konsep berhubungan intim antara suami dengan istri

Anak menjadi penasaran, ingin tahu dan ingin mencoba, ini yang berbahaya!

Anak merasa jijik karena melihat sesuatu yang bertentangan dengan nilai yang diajarkan kepadanya

Jika anak melihat orangtua berhubungan intim pada usia diatas 3 tahun, maka besar kemungkinan dia akan teringat kejadian itu sepanjang hidupnya

Anak menjadi kehilangan konsentrasi karena ingatan tentang berhubungan intim tersebut mengacaukan pikirannya.

Lalu bagaimana jika anak sudah terlanjur melihatnya?

Beberapa tindakan berikut ini bisa dilakukan oleh para orangtua untuk memberikan pendidikan yang baik pada anaknya tentang hubungan suami & istri, yaitu:

Jika anak melihat orangtua berhubungan intim, yang terpenting bagi ayah dan ibunya adalah jangan panik.

Jelaskan pada anak bahwa ayah dan ibu perlu waktu untuk berdua saja, nanti ibu dan ayah akan menyusul lagi ke kamar.

Katakan pada anak: “Sayang, maaf ya kalau ayah dan ibu tadi membuatmu takut, ibu tidak apa-apa kok”

Ajarkan anak untuk bisa menghormati privasi orang lain dengan cara mengetuk pintu sebelum masuk kamar

Orang tua harus lebih berhati-hati dan jangan lupa menguci pintu.

Jika anak bertanya tentang apa yang sedang dilakukan, maka sebaiknya dijawab bahwa karena ayah sayang sama ibu, makanya ayah peluk ibu.

Jika anak sudah cukup puas dengan jawabannya maka cukupkan penjelasan.

Jika anak masih bertanya lagi “Kenapa tidak pakai baju? ”

Maka jelaskan bahwa ayah sayang sama ibu, ayah dan ibu tidak pakai baju karena agar ibu dekat sama ayah, dan itu hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa, oleh ayah dan ibu yang sudah menikah.

Meskipun pada usianya belum tahu konsep menikah. Tapi setidaknya dia akan terus mengingat bahwa berhubungan intim yang dilihatnya itu hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa yang sudah menikah, insya Allah dia akan paham pada waktunya.

Jangan memberikan jawaban bohong pada anak

Misalnya ayah lagi main kuda-kudaan, atau ayah dan ibu lagi kegerahan makanya buka baju, mungkin itu akan menjadi solusi sementara untuk orang tua, tapi tidak untuk solusi jangka panjang, karena anak akan terus mengingat kejadian ini.

Itulah beberapa tindakan sebagai bentuk parenting pada anak jika dihadapkan pada kondisi anak melihat orangtua berhubungan intim.

sumber:

Ini sumbernya:

www.jatik.com/amp/parenting-anak-melihat-orangtua-berhubungan/

3️⃣

1. Menurut anda kartu larva itu layak ga untuk d tonton sm anak2..(krna suka kentut sembarangan)🤭🤭🤭

Tp aq suka nontonnya🙈🙈

2. Sebagai masyarakat sosial apa yg harus d lakukan kita untuk anak yg haus perhatian dan kasih sayang (karena anak sudah tak memiliki orang tua dan hanya memiliki nenek yg sdh tua)..

3. Terjadinya pola asuh double antara nenek/kakek dan si ibu ,,apa yg harus d lakukan sebagai orang tua bila terjadi ketidaksesuaian prinsip walaupun kita sudah komunikasi trus ke nenek/kakek?

*Jawab*:

1. Menurut kami pribadi sih selama menonton nya didampingi dan diberikan arahan mana perilaku baik dan yang buruk. Ngga apa-apa juga ya..walau sebenarnya kartun larva adalah kartun dewasa.

2. Ini kejadian di sekolah kakak. Peran komunitas menjadi sangat penting disini. Sehingga anak tidak merasa sendiri. kalaupun bisa, mengenal keluarga terdekatnya om/tante/sepupu untuk turut memerhatikan..

karena se-intensnya peran masyarakat sosial, tetap.. mereka punya batas ke anak.

Pengalaman2 di keluarga sih, kalau semisal ada anak yang orang tuanya meninggal duluan, adaa aja om/tantenya yang ambil alih pengasuhan..

3. Pola asuh double sering banget terjadi ya. Walau cuma nginep ato main sebentar aja dirumah nenek. Mungkin disinilah peran komunikasi produktif perlu kita terapkan lagi.

Bahasa yg santun dan pengertian ke anak dan nenek/kakeknya insha allah bisa selama konsisten kita lakukan sehingga anak tidak memandang bahwa nenek baik, mama jahat.

Baiknya sebelum kerumah nenek tekankan kebiasaan yg bisa orangtua lakukan biasanya, sehingga anak sudah tidak terpengaruh pengasuhan nenek yg salah.

4️⃣

Terkait Inner child yang berpengaruh dalam pola asuh anak. Kedua orang tua sadar akan ada inner child yg negatif keduanya sedang berproses untuk berdamai, tapi pola asuh yg salah sudah terlanjur terlakukan.

Pertanyaannya: apa yg sebaiknya dilakukan bagi orang tua yg sedang berproses berdamai dengan diri tetap bisa menumbuhkan fitrah seksual anak sesuai jalurnya??

Jawab:

Tetap optimis, karena Allah telah menginstall parenting pada tiap fitrah ayahbunda.“

Bahkan pada tiap ayahbunda parenting yang diinstall pun berbeda-beda. Begitulah hebatnya ilmu Allah.

Selain belajar tentang fitrah anak, mari belajar fitrah ayahbunda. Karena yang paling ahli mendidik anak bukanlah saya, tapi ayahbunda mereka.

Fitrah ayah dan fitrah bunda adalah karakter-karakter yang Allah lekatkan pada mereka, yang mempengaruhi perilaku dan pola asuh mereka terhadap anak-anak mereka.

Fitrah ayahbunda itu minimal ada tiga :

Pertama, fitrah sebagai manusia biasa yang punya kebutuhan, kelebihan, kelemahan, kegembiraan, keletihan, emosi dan sebagainya. Jadi, dalam pendidikan anak perlu disadari bahwa : ayahbunda juga manusia, bukan robot parenting

Kedua, fitrah sebagai laki-laki dan perempuan, yang wujud dalam maskulinitas dan femininitas. Sehingga, dalam pengasuhan dan pendidikannya ayah dan bunda harus berbasis pada karakternya sebagai laki-laki dan perempuan.

Ketiga, fitrah sebagai orangtua bagi anak-anaknya, yang memiliki hak, kewenangan dan kewajiban atas anak-anak. Mereka bukan hanya pengasuh dan pelayan, tapi juga pemimpin dan pengelola.

Jangan sampai teori parenting yang kita pelajari melumpuhkan naluri, intuisi dan firasat parenting kita.

“Minta fatwalah pada hatimu, karena kebajikan adalah apa-apa yang menenteramkan hati” (dari HR: Ahmad 4/227-228)

Mereka-mereka yang terbiasa dengan amalan nafilah (sunnah), maka Allah akan menjadi mata, telinga, tangan dan kaki, yang dengannya di melihat, mendengar, bekerja dan berjalan (dari Hadits Qudsi)

Belakangan kita agak mengabaikan dan kurang mempertajam firasat. Padahal Rasulullah SAW bersabda :

“Hati-hatilah dengan firasat mu’min. Sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah”

Parenting yang baik adalah parenting yang mampu meningkatkan kepercayaan diri para Ayahbunda untuk mendidik anak-anaknya sendiri berdasarkan fitrah pendidikan.

Parenting yang buruk adalah parenting yang membuat Ayahunda tergantung kepada para mentor parenting dalam mendidik anak-anaknya.

Jika ditanyakan kepada saya “apa modal yang terbaik dalam parenting?”, maka saya akan mengatakan modal terbaik dalam parenting adalah cinta dan ketulusan.

Sebagai Ayahbunda dengan segala kelemahannya, maka kita pasti akan melakukan sejumlah kesalahan dalam mendidik anak-anak kita. Namun, cinta dan ketulusan akan mengkoreksi segala kelemahan dan kesalahan tersebut.

Sungguh, andai kita hanya mengandalkan kemampuan kita saja dalam mendidik anak-anak kita, tentulah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang kacau dan durhaka.

Namun, Allah tak pernah tidur mengintervensi dan memperbaiki segala kelemahan dan kesalahan kita dalam mendidik anak-anak kita.

Maka setiap malam sebelum tidur bermohonlah kepada Allah agar Ia mendidik anak-anak kita, serta mengkoreksi segala kesalahan dan kelemahan kita.

Bashirah dalam hal apapun lahir dari totalitas, dedikasi dan kepedulian yang tinggi terhadap segala hal yang akan kita tangani.

Allah telah berjanji bahwa orang-orang yang total dan dedikatif dalam menangani segala hal, maka Allah akan menunjukkan banyak jalan baginya. Dan mereka mereka yang telah menjual dirinya kepada Allah, diantaranya melalui pendidikan bagi anak-anaknya, maka Allah akan menjadi penyantun baginya.

Sahabat, Tentang cara mempertajam bashirah saya sudah menyampaikannya di atas

Salah satu indikatornya adalah : jika hati kita tenteram untuk melaksanakan sesuatu terhadap anak-anak kita, walaupun itu bertentangan dengan sejumlah teori parenting, maka sesungguhnya ketentraman hati itu adalah pertanda dari bashirah Islamiyah.

Kereennn kaan..👍🏻👍🏻👍🏻

-Umaknya Hisyam Ayyubi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top