Uncategorized

Rindu

Oleh: Ananda Putri Maharani

“Mama lagi ngapain, ya, Pa?” tanya Along memundurkan tubuhnya, menjauhi layar komputer. 

Sudah dua malam, Mama dan Amok berada di rumah sakit. Along merasakan hal baru disudut hatinya. Ia melihat rumah ini lebih asing jika tidak ada Mama. 

“Kenapa? Rindu, ya?” goda Papa menghentikan jemarinya di atas barisan huruf laptop hitamnya.

Jadi, ini yang dinamakan rindu? Pikirannya merasuk.

“Kita telpon Mama, yuk, Pa?” tawar Along.

“Jangan. Sudah malam,” tegas Papa ingin segera menyudahi percakapan ini.

“Kenapa? Kan, sebentar saja. Biasanya Mama tidur lebih malam. Percaya, deh, sama Along,” sanggah Along terbukti setelah langsung ‘memanggil’ dari telepon bambit tanpa sempat Papa mempersilakan.

“Assalammualaikum,” suara letih Mama dari seberang sana menghangatkan hati Along.

“Waalaikumussalam, Mama. Mama lagi apa? Amok masih demam?” tanya Along tanpa jeda.

Mama tersenyum mendengarnya.

“Mama sedang mengerjakan tugas dan belajar. Amok sedang tidur,” ujar Mama, “alhamdulillah masih ada sedikit demam, tapi tidak terlalu tinggi.”

“Alhamdulillah. Mama tadi makan pakai apa? Tadi Along makan pakai ikan presto dari Tante Raisa. Enak, lho, Ma!” sambung Along bak kereta api. Panjang dan cepat.

Along mendengar hembusan napas panjang di antara pertanyaannya. Pun, ia menyadarinya langsung, tiada candaan dari Mama. Along merasa tidak enak.

Sejenak, ia terdiam dan menunggu respon dari Mama.

“Mama?” ragu Along memecah keheningan di antaranya.

“Mama kangen sama Along, Angah dan Papa.” Kali kedua Mama memberikan jeda panjang. Along bingung dibuatnya. 

“Along juga kangen sama Mama,” gumam Along membayangkan dirinya dalam pelukan Mama. 

“Doakan Amok, ya, Nak! Semoga segera diangkat penyakitnya sama Allah. Along di rumah jaga kesehatan dan jangan telat makan,” sambung Mama.

“Iya, Mama. Mama juga makan yang enak, ya. Kan di bawah rumah sakit ada mal. Nanti kalau Amok sudah sembuh, Along beliin mainan, deh!” janji Along diiringi suara gelak tawa disamping teleponnya.

“Memang kamu punya uang untuk beli? Tidurlah, Nak. Sudah malam. Mama titip Angah dan rumah,” perintah Mama.

“Siaaappp. Assalammualaikum, Mama. Bye.”

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top