Celoteh Umak Me and My kids Mother's life Parenting

Rindu Eyang


Seminggu yang lalu, tiga hari pulang dari Jakarta, Hisyam menangis sejadi-jadinya saat mengerjakan homework Kumon. Banyak alasan yang diutarakan. Sering kali emosi saya mudah tersulut melihat tingkah laku yang tidak masuk di akal.

“Kasihan ma.. yangkung dan yangti sendirian di Indonesia.” ucap Hisyam saat itu.

“Yah terus Hisyam mau gimana?”

“Enggak tahu”

“Lho kok gak tahu? (umak rada nge-gas).. yah harus tahu dong!” –ini sudah ‘kepleset’ (umak gak sadar)– lalu tetiba saya teringat dengan kejadian yang sama persis seperti ini. Saat bulan Desember 2018, hisyam kembali ke Malaysia setelah cuti panjang sekolahnya dengan berlibur di Bekasi. Sekolah, Kumon, kelas tahsin dan silat hampir dihempasnya. Dengan segala cara dan kesabaran (sedikit nge-gas sih..) saya dan suami membujuknya agar selalu semangat seperti sebelumnya.

Jadi gejala ini selalu timbul bila Hisyam baru kembali setelah menikmati cuti panjangnya di Indonesia. Seperti saat ia baru datang ke Malaysia. Menangis, membuat alasan bahkan tiba-tiba sakit saat mau berangkat ke sekolah. Saya tahu sebenarnya ada suatu emosi dalam dirinya yang belum terselesaikan. Tapi saya masih belum bisa sama-sama menyelesaikan secara tuntas. Jadi bila pencetusnya timbul lagi, yah penyakitnya kambuh. Sudah seperti penyakit musiman.

Tidak satu atau dua kali saya membaca buku Enlightening Parenting guna mencari cara bagaimana menyelesaikan emosi Hisyam ini. Salahnya di mana? Yah pasti orang tuanya. Padahal mendidik itu tidak mendadak. Butuh proses. Apalagi pengasuhan Hisyam termasuk yang telat ilmu parenting.

Baiklah.. kembali ke laptop. Jadi setelah Hisyam menangis sejadi-jadinya, ia ingin video call yangkung dan yangti di Indonesia. Semua tercurahkan. Rindu yangkung.. Rindu yangti.. gak mau yangkung dan yangti sendirian di rumah. Padahal mah ada adik saya beserta istri dan satu anaknya juga.
Namun, apakah pernah mendengar pepatah “eyang lebih sayang cucu daripada anak-anaknya sendiri.”? Memang nyata adanya. Seminggu setelah ber-video call, yangkung tiba di Malaysia, menemani hisyam dan ayyubi selama dua minggu. Demi cucu-cucunya yang merantau di Malaysia. Bukan demi anaknya. Pengen nangis gak sih??

Alhamdulillah

#umakhisyam
#umakberkisah

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top