Uncategorized

Samudera Kehidupan

post

Beberapa hari yang lalu saya memberanikan diri untuk ikut serta matrikulasi IIP #4 #Bekasi. Tidak ada tujuan dan maksud khusus, hanya ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik utk keluarga kecil saya. Titik. Mudah, pikir saya. Namun setelah materi disalurkan dan kami diberikan Nice Home Work, tak ada satu kata pun yang bisa saya tulis sampai saat itu juga.

Ketika saya dihadapkan untuk memilih dan menekuni jurusan dalam suatu universitas yakni universitas kehidupan, semakin jauh makna arti pertanyaan sederhana itu. Semakin bingung dan membuat saya tersadar makin banyak diri ini kekurangan. Lebih baik saya menghadapi berbagai macam kasus penyakit-penyakit yang berseliweran di poliklinik, dibandingkan harus menjawab pertanyaan tersebut. Namun setelah menjalani proses pemilihan jurusan, merenungi apa yang terbaik untuk saya, akhirnya saya memilih untuk mengambil jurusan ilmu hati atau kalbu (Qolbu), karena hati kita ini berkaitan erat dengan roh atau jiwa kita. Seperti sabda Rasul SAW: “Ketahuilah, didalam jasad ada segumpal daging (mudzghah) yang jika daging itu baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan jika buruk daging itu maka buruklah seluruh jasadnya. Ketahuilah daging itu adalah hati (qalbu)” -HR Bukhari & Muslim-. Tidak ada ukuran pasti untuk menilai suatu gumpalan hati (qalbu) kita ini.

Dalam mengarungi samudera kehidupan, untuk urusan hati (qolbu) ini jujur saya masih jauh dari kesempurnaan. Masih perlu banyak belajar. Masih perlu mencari jalan kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Dimana tujuan akhir dari kehidupan ini adalah surga. Namun jalan yang ditempuh tentu saja tidak mudah, perlu ilmu. Agar hati selalu dapat menyerap ilmu dengan sempurna, kita harus mengetuk pintu langit Sang Pemilik Ilmu memudahkan kita untuk menyerap ilmu.

Keadaan hati yang selalu bersih dan suci, harus dipenuhi dengan amal-amal ibadah seperti dzikir, infaq, puasa, shalat dan sebagainya.Tercatat pada firman Allah SWT “sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata didalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al-Ankabut:49). Untuk itu saya ingin membenahi diri dengan berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai jiwa positif, senang belajar, selalu membagi kisah-kisahnya, dari sanalah ada ilmu yang (mungkin) sedikit banyak belum pernah saya alami juga, karena samudera kehidupan masih terbentang luas didepan mata. 

#UmakHisyam

#UmakBerkisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top