Uncategorized

Sarapan Ala Along

Ananda Putri Maharani

Pagi hari setelah salat Subuh, Along mengecek kehadiran Mama di dapur. Biasanya Mama sudah berdiri membelakangi ruang makan sebelum Along menyelesaikan murajaah hariannya. Namun, kali ini berbeda. Dapur masih gelap dan tidak ada Mama.

“Mama belum bangun, ya?” gumam Along mengambil segelas air putih lalu ia teguk dengan basmallah.

Lalu Along berjalan dan berhenti di depan pintu kamar Mama. Sebelum ia menyelesaikan ketukan ketiga, pintu sudah dibuka oleh Papa.

“Mama, mana, Pa?” tanya Along berdiri menghadap Papa.

“Ada. Mama lagi tidur. Istirahat,” jawab Papa singkat membiarkan Along sendiri di depan pintu kamar.

Kemudian Along masuk perlahan-lahan dalam keadaan lampu redup di pojok atas nakas. Matanya menyapu mencari sosok yang dicarinya. 

“Ma …?” bisik Along berharap ada jawaban setelahnya. Ia pun takut membangunkan adik kecilnya, Amok. Kadang Mama terlihat kesal jika suara. Along dan Angah mengganggu jam tidur Amok.

“Mama? Mama sakit?” panggil Along memijat kaki Mamanya.

“Eh, kamu sudah bangun, Nak?” tanya Mama agak samar melihat Along duduk ditepi tempat tidur.

“Sudah, Ma. Mama sakit?” kali kedua Along menanyakan hal yang sama. Ia sangat khawatir jika Mamanya sakit. Karena tidak ada lagi hidangan di atas meja makan.

“Iya, sedikit pusing. Mama ingin istrahat lagi,” aku Mama masih memenjamkan matanya.

‘Pasti Mama pusing sekali’ batinnya berbisik. Dalam keadaan apa pun, biasanya Mama memaksakan diri untuk bangun dan makanan tersedia di meja makan.

Jam dinding menunjukkan pukul 9.00 WIB, Along kembali masuk ke kamar mengecek keadaan Mamanya. Namun, ia sama sekali tidak ingin membangunkannya. Ia harus bergerak pikirnya. Suara perutnya sudah berkehendak lain.

“Eh, siapa yang buat?” tanya Papa melihat dua gelas hangat susu Milo dengan beberapa lembar roti berlapiskan selai coklat di atas meja makan.

“Along, Pa. Papa di piring warna biru, ya,” seloroh Along seraya mengisi buku Diari Hati Kita.

“Wah, terima kasih, ya, Nak,” Papa menarik kursi dan duduk untuk siap menyantap sarapan buatan Along, “maafkan, Papa. Tadi ada meeting tiba-tiba.”

“Tidak apa, Pa. Along tahu, kok. Kan, Mama lagi sakit,” jelas Along terlihat jelas khawatir dari kedua matanya.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top