Uncategorized

Sayang Along

Ananda Putri Maharani

“Eh, teh hangat untuk siapa ini?” tanya Mama seraya menyerut tehnya. Mama tersenyum tatakala teh ini dicampur dengan madu dan jeruk lemon. Ia mengetahui kombinasi tadi hanya Mama yang suka.

“Itu untuk Mama,” jawab Along menghampiri Mama.

“Terima kasih, ya, Nak. Siapa yang buat? Rasanya pas. Mama suka sekali,” tanya Mama yang sebetulnya mengetahui siapa yang membuat teh ini.

Mama melirik wajah Along yang semakin gembil itu sudah tersenyum lebar. 

“Terima kasih, Sayang, sudah buatkan teh untuk Mama,” ujar Mama mengeratkan pelukannya kepada Along.

“Mama …,” ragu-ragu Along yang khawatir dengan suasana hati Mama.

“Ya, Nak?”

“Kata Papa …, Mama … mau pulang ke rumah Eyang, ya?” 

Mama menghentikan aktivitas minumnya dan meletakkan cangkir putih motif bunga melati itu di atas piring kecilnya.

“Iya,” jawab Mama tersenyum menunggu perubahan wajah Along yang sedari tadi enggan menatapnya.

“Kenapa, Ma?” tanya Along.

“Jika Along berpisah jauh dan lama tidak berjumpa dari Mama, apa yang Along rasakan?” 

“Hah? Mama beneran mau ke rumah Eyang? Along ikut, Ma!!” rajuk Along yang kini menatap wajah Mama.

Mama tersenyum. 

“Jawab pertanyaan Mama tadi,” Mama mengarahkan Along duduk lebih dekat dengan Mama.

“Eh …, Along sedih, lah, Ma,” protes Along.

“Cuma sedih aja? Gak ada yang lain?” pancing Mama berharap ada pernyataan lebih dari Along.

“Yaa, kangenlah, Mama,” sosor Along makin menguatkan pelukannya, “Along gak mau jauh-jauh dari Mama.”

“Sama. Mama juga, Nak! Mama enggak mau jauh dari Along. Tapi …” Mama berhenti sejenak membiarkan jeda untuk Along menetralkan pikiran dan emosinya, “kira-kira perasaan Eyang juga sama, kah, kalau jauh-jauh dari Mama?”

Along terdiam lama. Lalu, ia menganggukkan kepalanya.

“Eyang juga gak mau jauh-jauh dari Mama, kan? Mama anaknya,” jelas Along mengingatkan.

“Betul, Sayang. Perasaan Mama juga sama dengan Along kalau jauh dari Eyang,” lanjut Mama mengelus kepala Along yang kini sudah dicukur rapi oleh Papa.

“Terus kapan Mama mau pulang ke rumah Eyang?” tanya Along makin penasaran.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top