IP

Self Talk

Senin, 13 November 2017

Bismillah..

Kadang kita tidak tahu dibalik rahasia-Nya ada berjuta-juta kebaikan dan keberkahan. Semua diluar rencana saya. Sudah jauh-jauh hari mempersiapkan apa saja yang diperlukan, namun Allah berkendak lain. Tidak ada satupun yang bisa menghindar atau mengelak dari ketentuan-Nya.

Sudah memasuki hari ketiga, ayyubi sedang dalam perawatan akibat radang parunya. Inilah kehendakNya. Masyaa Allah pun saya tidak dapat menyebutkan hikmah yang didapat satu persatu.

Bukan untuk berandai-andai, namun saya harus ambil pelajaran yang banyak agar saat saya membaca tulisan ini dapat melihat kembali, semua yang kita anggap baik, bagus belum tentu baik untuk kita. Begitu juga sebaliknya. Daannn..selalu belajar yakin akan Allah gantikan yang lebih baik.

Pertama, sabtu minggu lalu saya sebenarnya mengikuti seminar mba vidya, Jatuh Hati pada Montesori. Butuh waktu jauh hari sebelumnya agar tidak ketinggalan. Rasa penasaran dan memang butuh ilmu menghadapi anak-anak belajar baca tulis dan berhitung tanpa pakai tarik urat. Berkaca pada hisyam, sadar diri saya seorang ibu bertanduk lancip. Baru ikut sesi 1/2 hari Masyaa Allah luar biasa yah beliau..saya terpesona..tersihir..malah makin mencintai anak-anak. Jika respon yang kita keluarkan positif pasti akan positif yang kita terima. Namun ditengah ishoma ditelpon dari rumah bahwa ayyubi rewel dan sabtu malamnya kami berakhir di hermina..Alhamdulillah 😊😊

Kedua, sembilan hari yg lalu, tepatnya dari tanggal 2 November 2017, awal mula setoran selalu #tantangan10hari kelas bunda sayang Bekasi. Menggoreskan janji diri sendiri ingin mendapatkan outstanding badge dengan catatan tak ada boleh yang terlewat..namun dikala malam setoran ke-10..Allah punya pilihan yg lebih baik dr ini..mendampingi titipan-Nya di rumah sakit.

Self talk saya ini sadar bahwa semua ini ujianNya, cobaanNya..menghapus dosa-dosa kami selaku orang tua yang sering menzalimi diri sendiri. Astaghfirullah. Disinilah Allah mendidik saya supaya jadi ibu yang sabar dan tak pernah berhenti belajar. Terutama komunikasi dengan anak-anak tidak pakai tarik urat lagi.

Alhamdulillah.

Semoga bermanfaat.

-Mama hisyam ayyubi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top