Uncategorized

Teman Istimewa Part 2

Ananda Putri Maharani

“Pasti ikut wangi juga, Pa. Kan, Along suka peluk Mama,” jawab Along membayangkan dirinya selalu dekat dengan Mama.

“Kalau Mama belum mandi dan bau? Apakah Along kena baunya juga?” 

“Ih, Papa …, Mama, kan, selalu wangi!” celetuk Mama tiba-tiba duduk di samping Papa setelah selesai berjemur pakaian.

Papa terkekeh melihat Mama cemberut.

“Iya, Pa. Along jadi bau,” jawab Along sesuai diharapkan.

“Nah, begitu juga seperti berteman. Ada hadis riwayat Bukhari bahwa Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda, ‘Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang salih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak,” Papa bertutur seraya membetulkan bingkai kacamatanya.

“Berarti Along harus memilih teman, dong, Pa?” lanjut Along memastikan isi pikirannya.

“Betul sekali!”

“Yah, nanti Along dibilang pilih teman, Pa …, bisa jadi malah Along yang tidak punya teman di sekolah,” kilah Along.

“Nak, Allah Swt. sudah mengatur hidup kita ini dengan sempurna. Termasuk adab berteman. Dalam hadis shahih lain yang Papa dengar pengaruh berteman itu sangat kuat pada hidup kita.”

“Seseorang itu bisa dinilai dari orang yang terdekatnya,” sambung Papa melihat penerimaan dengan anggukan Along.

“Pilihlah teman yang baik-baik. Seperti semangat dalam beribadah, beramal saleh termasuk bagaimana ia bertutur kata.”

Along teringat kembali ucapan Ibrahim padanya.

“Jadi Along tidak boleh dekat-dekat dengan Ibrahim, Pa?” sela Along melihat Papa mulai siap-siap berwudu. Ia tidak merasa diskusi ini hampir satu jam.

“Berteman dengan Ibrahim wajib dilakukan. Hanya saja, jangan jadikan teman dekat,” pungkas Papa mencari peci favoritnya di lemari baju. Namun, tidak ia temukan.

“Tetap kamu membantu Ibrahim dalam beribadah, Nak!”

Along memilin jarinya dengan memastikan isi hatinya sudah lebih baik.

“Ok, Papa!”

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top