Uncategorized

Yuk, Kenali Roseola (2)

Oleh Ananda Putri Maharani

Memang ada beberapa kasus infeksi virus Roseola perlu dirawat. Hal ini terjadi pada si kecil, 10 bulan, kemarin. Ia sama sekali tidak ada selera makan dan lemas. Hanya sesekali ingin menyusui. Apalagi terlihat jelas sering mengantuk dan sangat rewel.

Setelah demam tinggi terjadi selama tiga hari, timbul ruam-ruam merah di area punggung. Lalu, makin menyebar ke arah dada, perut, leher, muka, dan di akhiri kedua tungkai atas-bawah.

Melihatnya saat itu membuat hati seorang ibu sedih dan makin pedih. Walaupun tidak ada demam tinggi, hanya suhu tubuh bertahan 37,5-37,8 derajat Celcius, tidak membuat si kecil selera makan. 

Keadaannya masih rewel dan sering minta digendong agar tenang, menunjukkan ada lain hal yang membuatnya belum nyaman. 

Kemudian memasuki hari kelima, si kecil sudah mulai merajuk dan gelisah ketika melihat piring dan gelas. Saat itu, dicoba kembali menu makanan yang lebih lengkap dan gurih. Sebelumnya hanya bubur nasi dengan kuah saja. Satu, dua sendok bubur nasi dengan menu lengkapnya, bisa masuk sempurna. 

Apakah sudah berakhir? Belum tentu. Coba perhatikan sistem pencernaannya. Virus Roseola bisa mengakibatkan diare dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Dimulai ada ampas sampai hanya cairan saja. Bahkan disertai dengan lendir.

Nah, berangkat dari diare, bisa jadi pertimbangan dokter untuk diberikan antibiotik. Tentu saja harus dipastikan apakah ada alergi antibiotik atau tidak.

Masalah diare pun bergandengan dengan rash pada bokongnya. Bisa dibayangkan, ganti popok bisa 8-10 kali dalam sehari. Hal inilah mengakibatkan kesakitan yang sangat si kecil pada saat membersihkan area bokong.

Kembali selera makan yang mulai mulai meningkat, terapi yang diberikan oleh dokter, biasanya hanya obat gejala saja. Sepertinya yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa virus Roseola termasuk bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Walaupun ada beberapa pertimbangan pemberian antibiotik selama perawatan. Hal ini bisa saja terjadi.

Terapinya lain yang dibutuhkan adalah penurun demam. Karena pada infeksi Roseola pada anak-anak bisa ditemukan kejadian kejang-demam. Jadi pemantauan ketat suhu tubuh sangat penting. 

Namun, dari semua proses dan kejadian yang mesti dijalankan, insyaallah infeksi Roseola pada umumnya tidak berbahaya. Bahkan dapat pulih dengan perawatan mandiri di rumah.

Ananda Maharani
<p>Seorang umak yang berhijrah ke negeri jiran yang masih semangat belajar berkisah mengenai parenting, gaya hidup sehat, travelling dan teknologi . Terima kasih sudah membaca kisah umak. Semoga bermanfaat dunia akhirat.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top