IP

Yuk menggunting

Jumat, 2 Februari 2018

Bismillah

Sore tadi setelah hisyam pulang dari kegiatan sekolahnya, hisyam bercerita tentang teman-temannya dan kegiatan co curriculum nya. Seru katanya. Dimulai acara shalat dhuha menjelang waktu pulang.

Khusus hari jumat, hisyam pulang lebih sore daripada biasanya. Pukul 16.45-17.45 adalah waktu hisyam untuk fokus ke kegiatan renangnya. Minum susu milp hangat sudah menjadi langganan dikala hisyam sudah lelah dan penat. Dari membenahi diri dengan mandi sore dan bermain sejenak dengan ayyubi.

Sambil menunggu waktu makan malam, hisyam menagih saya untuk dibacakan tentang haji. Kebetulan ada buku cerita tentang Haji beserta bonus kreasi gunting menggunting.

Selesai membacakan cerita, saya ajak hisyam untuk membuat prakarya yang sudah disediakan. Sebenarnya inilah kesempatan saya untuk melatih hisyam gaya belajar selain Auditory-nya. Yakni dengan gunting menggunting. Kinestetik dan visual.

Ditantangan kelas bunsay ini, sudah dijelaskan ada gaya belajar yang lebih menonjol dibandingkan gaya belajar lainnya. Walaupun seperti itu tampaknya saya ingin lebih melatih hisyam untuk bisa menggunakan semua panca inderanya. Kenapa? Karena ketika panca indera yang mendukung gaya belajar Auditori tidak bisa digunakan secara maksimal akibat suatu hal, misal penyakit (jangan sampeee..*ketokketokmeja*), masih ada panca indera lainnya yang digunakan oleh gaya belajar tertentu. Pemahaman saya seperti ini dimaksudkan agar hisyam bisa belajar dalam semua situasi dan keadaan kelak nanti.

Saat acara menggunting-gunting prakarya tersebut, bukan berarti sudah sempurna. Belum sempurna. Dan say suka itu. Yah itulah hisyam. Selama ia paham petunjuk yang diberikan, bagi saya sudah keberuntungan tersendiri. Dan konsep buku cerita itu sangat bagus, semua gaya belajar dikombinasikan secara bersamaan. Ada auditory, yakni saat dibacakan cerita. Ada visual ketika melihat gambar-gambar pada lembaran buku tersebut. Yang terakhir ada kinestetik, yaitu kegiatan menggunting agar anak-anak paham seperti apa thawaf itu.

“Besok kita buat lagi yah ma..aku yang menggunting, mama bacakan ceritanya.”

“In syaa Allah”

Walaupun kegiatan sore tadi tampak sangat-sangat sederhana, tapi banyak value yang bisa kita tanamkan. Dan kebersamaan bersama hisyam menjadi ingatan yang indah untuknya dan saya. Ayyubi? Tentu saja turut serta dalam menyelesaikan prakarya itu, merobek-robek sisa guntingan abangnya.

-Umakny anak-anak-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top